Usai Pidato Kenegaraan, SBY diminta berdialog dengan anggota DPR

"Enaknya ada dialog di luar acara kenegaraan, enaknya ada ngobrol santai di luar acara kenegaraan."

Putri Artika R
Oleh Putri Artika R - Reporter
Usai Pidato Kenegaraan, SBY diminta berdialog dengan anggota DPR
Pidato Kenegaraan DPR. rumgapres/abror rizki

Hari ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membacakan pidato kenegaraan dan pidato nota keuangan di Gedung DPR. Ini merupakan pidato kenegaraan presiden terakhir SBY dalam masa jabatan 2009-2014.Salah satu anggota DPR, Nurul Qomar mengungkapkan harapannya pada pidato terakhir SBY ini. Qomar ingin ada acara dialog dengan SBY bersama anggota Dewan."Enaknya ada dialog di luar acara kenegaraan, enaknya ada ngobrol santai di luar acara kenegaraan," ungkapnya, di DPR, Jakarta, Jumat (16/8).Menurut Qomar, selama ini jika ada acara dialog bersama hanya dengan perwakilan-perwakilan fraksi saja. Qomar yang merupakan anggota Fraksi Partai Demokrat itu ingin sekali-kali berdialog dengan presidennya."Enaknya pertemuan negara, biasanya hanya antar pimpinan. Coba anggota DPR-nya itu sesekali di-wongke (diorangkan)," ungkapnya.Selama ini, kata Qomar, kinerja SBY profesional dan programnya banyak yang menyentuh rakyat. Namun, menurutnya, ada beberapa kebijakan SBY yang masih bersifat politis."Kinerja SBY , profesional, programnya banyak yg menyentuh rakyat, prorakyat, cuma karena kerjanya ada di wilayah politik ya normal kalau ada hal yg kemudian mengalami suasana politis," ujarnya.Qomar berharap di pemerintahan baru mendatang, jabatan menteri harus diduduki orang profesional, bukan dari politik."Siapa yang jadi menteri harus menjadi negarawan, sayangnya kedudukan menteri diduduki oleh ketua partai, ada kepentingan dua kaki. Ke depan diharapkan ada banyak menteri dari profesional," pungkasnya.

Rekomendasi