Klaim yang menyebutkan Rhoma Irama berhasil mendongkrak suara PKB sehingga menembus 9 persen berdasarkan hasil hitung cepat, dibantah kubu Mahfud MD. Direktur MMD Initiative, Masduki Baidlowi memaparkan data hasil perolehan suara sekaligus mengoreksi opini-opini yang tidak sepenuhnya benar bahwa suara PKB melonjak karena Rhoma Irama."Coba kita lihat, daerah-daerah mana saja yang menyumbangkan suara yang signifikan buat PKB. Sebagian besar adalah daerah yang sudah pernah mendeklarasikan Mahfud MD sebagai capres, yang basis dukungannya memang besar pada Mahfud," kata Masduki di Yogyakarta, Jumat (11/4).Berdasarkan hasil hitung cepat, daerah yang mengalami perolehan suara signifikan pada PKB adalah Jawa Timur dengan kemungkinan mendapat 16 kursi di DPR pusat dan Jawa Tengah dengan 12 kursi. Dua wilayah itu memang yang menjadi basis pendukung dan sudah mendeklarasikan pencapresan Mahfud, masing-masing pada Maret 2014 dan Agustus 2013. Di Yogyakarta dan Lampung juga memberikan kontribusi suara PKB pada pileg kali ini, yang juga sudah mendeklarasikan pencapresan Mantan Ketua MK itu. Sementara Jawa Barat yang diharapkan menyumbangkan suara signifikan karena menjadi basis pemilih Rhoma Irama, PKB hanya mendapatkan 6 kursi di DPR pusat."Bahkan kami mendapatkan informasi dari teman di lapangan, dua anak Rhoma Irama dan seorang adiknya gagal mendapatkan kursi karena suaranya tidak cukup," lanjut mantan anggota DPR dari PKB itu.Karena itu untuk melihat peran dan kontribusi tokoh pada perolehan suara PKB, jangan menggunakan feeling. Menurutnya data dan siapa yang berperan harus dilihat dengan jeli."Apa dan siapa yang berperan itu harus jelas, agar kita tidak keliru" jelas Masduki.Selain itu, lanjutnya, suara PKB juga tertolong oleh kembalinya suara nahdliyin yang hilang pada Pemilu sebelumnya."Dan kita semua tahu, Pak Mahfud adalah tokoh NU yang didukung para kyai dan santri NU, terutama di Jatim dan Jateng yang sekali lagi berkorelasi dengan data pileg ini" pungkas Masduki.
Efek Mahfud MD dinilai lebih signifikan ketimbang Rhoma Effect
Bahkan dua anak Rhoma Irama dan seorang adiknya yang menjadi caleg gagal mendapatkan kursi karena suaranya tidak cukup.
Advertisement
Rekomendasi