Politikus senior Partai Golkar Akbar Tanjung meminta kepada Partai Golkar agar dalam menentukan cawapres sebaiknya menunggu hasil pemilu legislatif (pileg) terlebih dulu. Setelah diketahui perolehan suara, baru menentukan siapa cawapres yang akan mendampingi Aburizal Bakrie."Saya berpendapat bahwa penetapan calon wakil presiden Partai Golkar itu sebaiknya dilakukan setelah pemilu legislatif dimana dalam pemilu legislatif akan diketahui perolehan suara Partai Golkar dan di situ akan diketahui secara langsung apakah Partai Golkar bisa mencalonkan presiden secara langsung atau tidak," Ujarnya di Jakarta, Kamis (14/11).Akbar menuturkan jika hasil Pileg Golkar bisa mencalonkan presiden secara langsung, tentu relatif lebih mudah untuk partai dalam menentukan calon wakil presiden.Ia menambahkan dengan begitu Golkar akan bisa lebih leluasa dalam menentukan cawapres. Tetapi nantinya Partai Golkar juga akan melihat dari sekian nama itu, mana yang kira-kira memiliki kecocokan.Menanggapi soal pendekatan yang dilakukan partai kepada para cawapres, Akbar menduga Ketua Umum Partai Golkar sudah mulai melakukan pendekatan kepada para cawapres yang akan mendampinginya nanti. "Oh tentu saya belum ada. Pengetahuan saya belum ada. Tapi saya belum tau, bisa saja Aburizal sudah ngomong ngomong dengan mereka (Khofifah Indar Parawansa, Pak De Karwo , Pramono Edhie Wibowo)," Ujarnya.Lalu saat ditanya siapa yang cocok ditandemkan dengan Aburizal Bakrie dari nama-nama tersebut, Akbar mengaku belum tahu. "Saya kira dia yang paling tahu. Kalau kita lihat dari latar belakang, Ical dengan latar belakang demografinya berasal dari luar jawa, Sumatera. Itu tentu juga akan menjadi pertimbangan siapa wakilnya, seorang pemimpin dengan latar belakang sipil juga bisa jadi satu dasar pertimbangan untuk menjadi cawapres," imbuhnya.
Akbar: Soal cawapres, Golkar sebaiknya tunggu pileg dulu
Setelah diketahui perolehan suara, baru menentukan siapa cawapres yang akan mendampingi Aburizal Bakrie.
Rekomendasi