Ketua DPP: Calon kuat ketum hanya dua, SBY dan Ani Yudhoyono

Jika SBY jadi ketum akan ada rotasi di tubuh Demokrat terutama posisi Sekjen yang kini dijabat Edhie Baskoro (Ibas).

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Ketua DPP: Calon kuat ketum hanya dua, SBY dan Ani Yudhoyono
Ibu ani rayakan ulang tahun ke 60. ©rumgapress/abror rizki

Sejumlah nama mulai mencuat jelang digelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk menjadi kursi ketua umum Partai Demokrat. Kedua orang itu yakni, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ani Yudhoyono.Ketua DPP Bidang Tanggap Darurat Partai Demokrat Umar Arsal mengatakan, dari sejumlah nama yang beredar, hanya dua nama yang digadang bakal benar-benar menjadi ketua umum yaitu SBY dan Ani Yudhoyono."Dua calon kuat di KLB itu hanya dua, SBY dan ibu Ani," kata Umar di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/3).Umar mengatakan, SBY dan Ani Yudhoyono dinilai paling tepat menjadi calon ketua umum untuk menghilangkan faksi dan kubu yang ada di Demokrat."Kedua orang ini yang dapat menghilangkan kubu-kubu," terangnya.Jika memang SBY menghendaki dikukuhkan menjadi ketua umum di KLB nanti, Umar menambahkan, akan ada rotasi di tubuh Demokrat terutama posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) yang kini dijabat oleh putra bungsu SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).Selain itu, dalam KLB Demokrat juga akan menunjuk sekaligus pelaksana tugas harian untuk membantu SBY mengurus partai. Sebab, SBY dirasa tidak bisa penuh mengurus partai karena kesibukannya sebagai kepala negara.Sehingga, dia berharap agar ketua harian terpilih yang langsung ditunjuk oleh SBY nanti bisa memiliki waktu penuh untuk mengurus partai. "Kalau ada, ketua harian harus punya waktu sebaiknya tidak merangkap jabatan. Kita serahkan ketua terpilih (pada SBY), siapa itu kalau memang itu ada," katanya.Umar pun merasa sangat yakin jika kedua orang ini adalah sosok yang tepat untuk memimpin Demokrat ke depan. Dia pun mengklaim bahwa seluruh DPC dan DPD telah sepakat memilih dua calon yakni, SBY dan Ani Yudhoyono."Calon ketum (yang diajukan) DPD DPC yang pertama SBY, kedua ibu Ani, walaupun kita dorong, DPD dorong tergantung beliau menerima atau tidak," tandasnya.

Rekomendasi