Miing mimpi ubah Tangerang seperti Singapura

Miing berangan-angan Kota Tangerang dilengkapi pedestrian serta transportasi air dalam kota.

Mitra Ramadhan
Oleh Mitra Ramadhan - Reporter
Miing mimpi ubah Tangerang seperti Singapura
Miing bagito. kapanlagi.com

Dedi Suwandi Gumelar alias Miing mengaku, siap menjadikan Kota Tangerang seperti Singapura. Salah satunya dilengkapi dengan pedestrian serta transportasi air dalam kota."Saya ingin menjadikan Kota Tangerang sebagai kota berkelas dunia, kota jasa, kota pariwisata. Kota Tangerang harus seperti Singapura, destinasi di sini bukan alam, di sinikan ada Bandara Soekarno-Hatta," ujar Miing yang mengaku serius mencalonkan diri menjadi wali kota Tangerang, Sabtu (23/2).Hal itu dikatakan Miing usai mengembalikan formulir pendaftaran sebagai calon wali kota Tangerang ke DPC PDIP Kota Tangerang di Modernland."Saya datang ke sini untuk menjadi wali kota atau orang nomor satu," ujarnya. Ketika ditanya caranya untuk merealisasikan mimpinya itu, Miing mengatakan anggaran yang bersumber APBD tak akan mampu membiayai impiannya. Sehingga dibutuhkan kerjasama dengan pihak ketiga. Terkait waktu, Miing siap merealisasikannya tidak sampai lima tahun."Masyarakat bukan robot, habis kerja pulang ke rumah. Kemudian bekerja lagi esok harinya, harus ada ruang publik seperti taman tempat berlibur tetapi bukan mal yang mewajibkan pengunjungnya untuk membeli minum," lanjutnya.Konsep pedestrian seperti Singapura menurut Miing sangat cocok dengan Kota Tangerang. Pasalnya, Tangerang memiliki sejumlah tempat yang bisa diubah sesuai impiannya."Opportunity yang ada harus dimanfaatkan, sekarang ini Cisadane hanya buat air minum dan buang sampah. Kenapa di sini tidak bisa, seperti di Belanda. Itu visi atau mimpi yang saya mau bangun," ungkap. Selian itu, dirinya juga akan melakukan perubahan karakteristik terhadap warga Kota Tangerang. Di antaranya harus menaati peraturan yang sudah ditetakan oleh pemerintah daerah."Akhlakul Karimah cuma simbol atau slogan, implementasinya, aplikasi tidak. Kalau berbudaya dan berahlakul karimah, lampu merah harus berhenti. Warganya juga, jangan bicara kesejahteraan kalau diatur tak mau," terangnya.Miing mengaku, dirinya bukan dalam posisi menilai buruk pembangunan yang dilakukan Wali Kota Tangerang Wahidin Halim, tetapi akhlakul karimah baru sebatas slogan."Saya terima kasih kepada pak Wahidin. Dia sudah bangun loh kota ini," pungkasnya.

Rekomendasi