Pelaksanaan Pilkada Bangkalan yang sempat diwarnai kericuhan berujung ke Mahkamah Konstitusi (MK). Pasangan Imam Buchori Kholil-Zainal Alim yang dicoret dari daftar peserta menuding KPU Bangkalan telah berkonspirasi dengan pasangan pemenang, Ibnu Fuad-Mondir A Rofii."Banyak bukti terkait dugaan konspirasi terstruktur antara pemenang dengan KPU Bangkalan. Bukti itu dalam bentuk kesaksian, video, dan testimoni," ujar Imam dalam sidang pemeriksaan pendahuluan di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (4/1).Imam menilai, terdapat konspirasi yang sengaja dilakukan oleh pemenang dan KPU untuk mencegah dia dapat masuk dalam bursa pencalonan. Hal itu, salah satunya, dengan menetapkan pasangan Nizar Zahro-Zulkifli sebagai peserta Pilkada."Saya punya bukti mereka pasangan abal-abal dan maju sebagai syarat agar pilkada dapat dilaksanakan," kata Imam.Selain itu, Imam juga menemukan adanya dugaan rekayasa dalam pencoretan dirinya dalam bursa pencalonan Pilkada Bangkalan 2012. Menurut dia, ini terindikasi dari alasan pendepakannya yang tidak masuk akal."Lucunya, pas pemilihan, gambar foto kami masih ada dan hanya ditutup kertas putih. Ini Pilkada paling lucu," ungkap Imam.Buchori-Zainal merupakan pasangan yang tercoret dalam detik-detik akhir menjelang pemilihan suara. Atas putusan itu, sejumlah massa Buchori merasa tidak terima. Mereka kemudian membuat kericuhan dalam pelaksanaan Pilkada Bangkalan 2012.
Kisruh Pilkada Bangkalan berujung ke MK
Imam juga menemukan adanya dugaan rekayasa dalam pencoretan dirinya dalam bursa pencalonan Pilkada Bangkalan 2012.
Rekomendasi