Cerita Marzuki Alie yang mengaku ucapannya sering dipelintir

Pernyataan Marzuki tak jarang membuat kuping pihak-pihak tertentu merasa tersindir. Apakah itu disengaja?

Anwar Khumaini
Oleh Anwar Khumaini - Reporter
Cerita Marzuki Alie yang mengaku ucapannya sering dipelintir
Marzuki Alie silaturahmi ke redaksi merdeka.com. ©2012 Merdeka.com/Imam Buhori

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Alie selama ini memang kerap mengeluarkan komentar yang dianggap kontroversial. Pernyataan Marzuki tak jarang membuat kuping pihak-pihak tertentu merasa tersindir. Apakah itu disengaja?Saat berkunjung ke redaksi merdeka.com, Selasa (25/9) malam, Marzuki mengaku selama ini pernyataanya sering dipelintir oleh media. Media dianggap tidak menulis secara utuh apa yang dia sampaikan sehingga akhirnya menimbulkan salah persepsi."Saya selalu menjelaskan panjang, A sampai Z. Kalau dipotong-potong ya beda arti," kata Marzuki.Namun demikian Marzuki tidak berniat untuk membawa kasus ini ke jalur hukum. Meskipun beberapa waktu lalu santer diberitakan bahwa politikus Partai Demokrat ini akan melaporkan salah satu media lantaran dianggap memelintir ucapannya."Saya pikir, berkonflik dengan media tidak ada untungnya," ujarnya diplomatis.Marzuki menceritakan salah satu komentarnya yang dipelintir media saat mengisi sebuah acara di Universitas Indonesia. Saat itu Marzuki menyatakan bahwa kampus-kampus ternama seperti UI dan UGM adalah pencetak para koruptor. Marzuki menyatakan, ucapannya tersebut diplintir dan ditampilkan sepotong-potong."Saya tidak menyampaikan seperti itu di UI saja, di UGM juga saya sampaikan," ujar Marzuki.Padahal, menurut Marzuki, usai pidatonya di kampus UI yang sempat bikin kontroversial itu, dirinya malah didatangi oleh pihak kampus UI, dan mereka menyatakan bahwa tidak ada yang salah dengan ucapannya itu.Ucapan Marzuki yang mengundang polemik tersebut dia ucapkan saat berbicara dalam acara bertajuk 'Masa Depan Pendidikan Tinggi di Indonesia' di Universitas Indonesia, Depok, Senin (7/5/2012) lalu. Saat itu Marzuki menyebut banyak koruptor merupakan alumni perguruan tinggi negeri seperti UI, UGM ataupun alumni ICMI.

Rekomendasi