Ramalan Lulung soal Ahok terbukti benar

Jumat, 29 Juli 2016 09:01 Reporter : Yulistyo Pratomo, Rizky Andwika
Ahok-Lulung. ©2016 merdeka.com

Merdeka.com - Keputusan calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk maju melalui jalur partai politik menuai kontroversi. Apalagi, pria yang akrab disapa Ahok ini berkali-kali mengungkapkan niatnya untuk maju secara independen dengan dukungan relawan Teman Ahok.

Alhasil, Ahok menuai banyak kecaman di media sosial, termasuk dari lawan-lawan politiknya. Ada yang menuding mantan Bupati Belitung Timur itu telah berbohong demi mendongkrak popularitasnya.

Jauh sebelum keputusan itu diungkap Ahok, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Abraham Lunggana merupakan salah satu politikus yang tidak percaya Ahok bakal maju secara perseorangan. Ramalan itu pernah disampaikan tepat setahun lebih satu bulan.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh pria yang akrab disapa Haji Lulung tersebut kepada sejumlah wartawan. Bahkan, dia sampai berjanji mengiris kupingnya sendiri jika Ahok sampai maju secara perseorangan.

"Kalau memang sejati, saya akan iris nih kuping kalau mau (Ahok) independen. Bohong itu, retorika, propaganda. Enggak mungkin dia berani," kata Lulung kepada wartawan, Sabtu (25/6).

Lulung juga sempat mengungkapkan rela diiris salah satu kupingnya jika KTP dukungan Ahok terkumpul 1 juta KTP. Kini Lulung menegaskan kedua kupingnya boleh diiris jika Ahok maju melalui jalur independen.

"Iris kuping lagi. Waktunya selama pendaftaran. Kalau dia daftar di independen, nih dua-duanya putus," tegasnya.

Sementara disinggung mengenai pengumpulan KTP Ahok tersebut, Lulung menegaskan dirinya sudah memperkirakan sedari dulu. "Ini sudah saya perkirakan dari dulu, susah nyari satu juta. Apalagi kalau harus benar dan akurat, nanti kan diverifikasi," ungkapnya.

"Kan sekarang ketahuan lima orang kawan Ahok bunyi, beli dari sono, beli dari sini. Inilah saya pikir sah-sah saja propaganda itu untuk membentuk opini. Tapi ini kan melakukan pembohongan kepada publik. Mengajak publik. Ini kan menipu publik untuk ikut," tutupnya.

Dengan demikian, keputusan Ahok untuk maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta melalui jalur partai politik telah menyelamatkan kedua telinga [tyo]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini