Prabowo Terlempar dari 3 Besar, Gerindra Sebut Lebih Percaya Survei Internal

Sabtu, 14 Agustus 2021 14:23 Reporter : Ahda Bayhaqi
Prabowo Terlempar dari 3 Besar, Gerindra Sebut Lebih Percaya Survei Internal Prabowo terima purnawirawan. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Survei Indonesia Political Opinion (IPO) mencatat, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terlempar dari tiga besar elektabilitas calon presiden 2024. Prabowo berada di posisi kelima dengan angka 7,8 persen.

Menanggapi hal ini Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman tidak ada masalah dengan hasil tersebut. Ia bilang, survei baik yang hasilnya bagus maupun kurang bagus menjadi masukan untuk merumuskan kebijakan partai ke depan.

"Kami menjadikan semua hasil survei baik yang bagus maupun yang kurang bagus sebagai masukan pada Partai Gerindra untuk menentukan dan merumuskan kebijakan yang ke depan," ujar Habiburokhman dalam diskusi daring, Sabtu (14/8).

"Kayak misalnya ini kita dikatakan ke luar dari 5 besar kita enggak masalah, sama halnya ketika kita dipuja puji di survei-survei lain dibilang nomor 1, nomor 2, yang paling stabil seperti Kedai Kopi kemarin dan Charta Politika, kita juga gak ada masalah," lanjutnya.

Namun, Habiburokhman mengatakan, pihaknya juga melakukan survei sendiri. Hasil survei internal Gerindra ini yang lebih Gerindra percaya.

"Tapi kami kalau survei pak, tentu yang paling kami percaya adalah survei yang kami lakukan sendiri dan hasilnya tidak kami buka, untuk kami sendiri," ujarnya.

Diberitakan, Survei Indonesia Political Opinion (IPO) mengeluarkan hasil survei elektabilitas calon presiden. Menariknya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak masuk dalam tiga besar.

Tokoh dengan elektabilitas tertinggi adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di angka 18,7 persen. Runner-up ditempati Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan elektabilitas 16,5 persen. Posisi ketiga ditempati Menparekraf Sandiaga Uno dengan elektabilitas 13,5 persen.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menempati posisi keempat dengan elektabilitas 9,9 persen. Prabowo berada di posisi kelima dengan elektabilitas 7,8 persen.

"Nama-nama ini menurut saya menarik kenapa? karena ini untuk pertama kalinya Prabowo keluar dari dominasi bahkan 4 besar, Prabowo hanya mampu mencapai urutan ke lima, itu di bawah AHY," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah dalam diskusi daring, Sabtu (14/8).

Menurut Dedi, Prabowo turun karena elektabilitas tidak stabil. Sementara, Anies, Ganjar, dan Sandiaga meski stagnan tetapi tetap stabil.

"Artinya apa, stagnasi tokoh-tokoh Anies, Ganjar, Sandiaga Uno itu stabil," ujar Dedi. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini