Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pujian khusus kepada Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dalam acara Peringatan HUT Ke-61 Partai Golkar. Acara penting ini diselenggarakan pada Jumat malam di Istora Senayan, Jakarta, dihadiri oleh sejumlah tokoh politik nasional. Pujian tersebut muncul setelah Bahlil memutar video yang menyentuh hati Prabowo, menampilkan momen-momen penting dalam sejarah pribadinya dan keluarganya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu berhasil menarik perhatian Prabowo dengan strateginya yang cerdas. Video yang diputar menunjukkan Prabowo saat masih aktif sebagai kader di partai berlambang pohon beringin tersebut, membangkitkan kenangan masa lalu. Reaksi Prabowo menunjukkan apresiasi yang mendalam terhadap Bahlil atas kepiawaiannya dalam menyusun acara.
Tidak hanya video dirinya, Bahlil juga memutar cuplikan sang ayah, Soemitro Djojohadikoesoemo, yang membuat Prabowo semakin terkesan. Momen ini menjadi puncak dari pujian Prabowo kepada Bahlil, yang dinilai sangat pandai dalam mengambil hati. Kejadian ini memperlihatkan kedekatan emosional antara Prabowo dan Partai Golkar, serta apresiasinya terhadap Bahlil.
Advertisement
Advertisement
Dalam sambutannya, Prabowo Subianto secara terbuka mengakui bahwa ia belajar banyak tentang politik di Partai Golkar. Ia merasa terkesan dengan Bahlil Lahadalia yang dinilainya sangat pandai menarik hati para hadirin. Momen ini terjadi saat video dirinya mengenakan jaket kuning, simbol khas Golkar, diputar di layar besar.
"Karena memang saya belajar politik di Partai Golkar. Beliau memang pintar menarik hati ya. Video yang dikasih lihat video aku pakai jaket kuning," ujar Prabowo di hadapan para tamu undangan. Pernyataan ini disambut tawa dan tepuk tangan, termasuk dari Bahlil sendiri yang terlihat senang dengan pujian tersebut. Pengakuan ini menegaskan kembali sejarah panjang Prabowo dengan partai tersebut.
Video tersebut tidak hanya sekadar tontonan, melainkan sebuah kilas balik yang membangkitkan nostalgia. Prabowo, yang kini menjabat sebagai Presiden dan Ketua Umum Partai Gerindra, mengenang masa-masa awal karier politiknya. Penayangan video ini menjadi salah satu strategi Bahlil untuk menciptakan suasana akrab dan emosional dalam perayaan HUT Golkar.
Advertisement
Advertisement
Kekaguman Prabowo terhadap Bahlil semakin mendalam ketika video sang ayah, Soemitro Djojohadikoesoemo, diputar. Soemitro dikenal sebagai Menteri Perdagangan dan Industri pada era Presiden Soeharto, serta salah satu penasihat ekonomi terkemuka. Penayangan video ini menjadi kejutan yang sangat berarti bagi Prabowo.
Narasi dalam video tersebut menyoroti peran penting Soemitro Djojohadikoesoemo dalam membangkitkan ekonomi Indonesia pasca-keterpurukan, dibantu oleh pakar-pakar mumpuni. Ini menggarisbawahi kontribusi besar sang ayah dalam pembangunan nasional. Prabowo tampak tersenyum dari kursinya, melihat sosok ayahnya mengenakan jas di layar.
"Taruh lagi fotonya almarhum Bapak saya. Waduh, tambah jatuh hati. Kau memang pintar sekali. Tapi tidak, saya terus terang saja saya merasa nyaman di sini. Dari aku masuk, aku lihat muka-muka kawan saya semua di sini, kawan dan senior semua di sini," kata Prabowo, mengungkapkan perasaannya yang campur aduk antara kagum dan terharu. Pujian ini menunjukkan betapa Bahlil berhasil menyentuh sisi personal Prabowo. Prabowo merasa nyaman dan dikelilingi oleh kawan serta senior di lingkungan Golkar.
Advertisement
Advertisement
Prabowo Subianto memang memiliki sejarah panjang dengan Partai Golkar sebelum mendirikan Partai Gerindra. Ia pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Golkar, sebuah posisi strategis yang menunjukkan keterlibatannya dalam pengambilan keputusan partai. Pengalaman ini membentuk dasar pemahaman politiknya.
Pada tahun 2008, Prabowo memutuskan untuk mengundurkan diri dari Partai Golkar dan mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Meskipun demikian, hubungan emosional dan sejarahnya dengan Golkar tetap kuat. Kehadirannya di HUT Golkar menegaskan kembali ikatan tersebut, meskipun kini ia memimpin partai yang berbeda.
Hingga saat ini, Prabowo masih aktif menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra. Namun, momen di HUT Golkar ini menunjukkan bahwa ia tetap memiliki ikatan yang kuat dengan partai lamanya. Kehadiran dan pujiannya kepada Bahlil Lahadalia menjadi simbol rekonsiliasi dan apresiasi antar tokoh politik nasional.
Advertisement
Sumber: AntaraNews