Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurrahman membenarkan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengungkapkan adanya pihak yang mendanai aksi demonstrasi. Menurut dia, Prabowo tentunya mendapatkan informasi yang akurat dari jajarannya.
"Ya memang kan yang tahu kan Bapak Presiden, yang masalah, Saya yakin Bapak Presiden juga dapat informasi-informasi akurat. Tentunya ada langkah-langkah hal yang akan dilakukan oleh Bapak Presiden. Tanggapan saya, menurut saya informasi itu bisa benar adanya," kata Dudung di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Jumat (26/6).
Dia mengatakan pemerintah akan melakukan upaya hukum apabila informasi tersebut benar. Dudung mengajak semua pihak untuk kompak membangun Indonesia menjadi lebih baik.
"Tinggal kita memastikan langkah-langkah berikutnya secara hukum. Sehingga ke depannya mudah-mudahan apapun informasi, apapun kegiatan-kegiatan yang kemudian mendiskreditkan pemerintah dengan motif apapun," tuturnya.
"Ya marilah kita bangun bangsa ini dengan pemikiran yang secara komprehensif. Tidak seakan-akan apa yang kita lakukan ini kurang baik," sambung Dudung.
Dudung berharap masyarakat tak melihat sisi negatif dari program-program pemerintah, khususnya makan bergizi gratis (MBG). Menurut dia, banyak masyarakat yang merasakan
"Seperti MBG ya, MBG itu ya dari sisi negatifnya jangan kita lihat dari hal yang kecil saja yang kurang. Tetapi banyak hal yang berdampak yang luar biasa kalau menurut saya. Bisa dikatakan 90 persen penerima manfaat itu betul-betul berdampak. Termasuk UMKM, termasuk relawan dan sebagainya," tutur dia.
Dudung juga mengajak masyarakat untuk mendukung dan mensukseskan program MBG. Dia meyakini program tersebut akan semakin baik kedepanya.
"Tidak serta-merta hal-hal yang pandangannya negatif dan itu yang kemudian dibesarkan. Ya berharap mari kita dengan kita sukseskan MBG ini yang berdampak tidak serta-merta kepada penerima manfaat baik anak-anak maupun ibu hamil yang kekurangan gizi. Ini akan semakin baik ke depannya," pungkas Dudung.
Advertisement
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan dirinya sudah mengetahui siapa sosok yang mendanai aksi demonstrasi. Prabowo pun memberikan peringatan keras kepada para pendana demo.
"Hati-hati lho, saya kasih peringatan mereka-mereka itu. Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gue tahu itu," kata Prabowo saat menghadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan di Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026).
Dia menyebut anak-anak yang mengikuti demo tak mengetahui apa isi tuntutan yang disampaikan massa lainnya. Namun, mereka dibayar Rp 200.000 sehingga mengikuti aksi meski tak memahami tujuan demo.
"Tapi enggak apa-apa, yang bayar demo ditanya anak-anak demo, (mereka) enggak ngerti. 'Mau demo apa ya? Umm... kami dibayar 200 ribu' katanya," tutur dia.
Menurut dia, bangsa Indonesia seharusnya kompak demi kemajuan negara. Prabowo mengibaratkan seperti suporter yang mendukung tim jagoannya yang sedang bertanding.
"Kalau kita dalam pertandingan gitu ya, kita jadi suporter kan kita dukung satu tim 'Ayo maju maju maju'. Negara kita ini lagi bersaing sama banyak negara, harusnya bangsa ini kompak," jelas Prabowo.
Prabowo menuturkan apabila ada kesalahan dapat dikoreksi usai pertandingan berlangsung. Begitu pun apabila ada rekan satu tim yang bermain kurang bagus, harus tetap didukung.
"Nanti begitu sudah selesai pertandingan baru dikoreksi. Jangan lagi main sepak bola 'Salah! Goblok!' Wah, lagi main di tengah lapangan disorak-sorakin temen sendiri, kesebelasan sendiri. Jadi kayaknya kita tuh tidak bangga dengan apa yang dihasilkan oleh bangsa sendiri," pungkas Prabowo.