Politisi Demokrat tak permasalahkan karikatur SBY
Merdeka.com - Karikatur bergambar Presiden SBY dengan tulisan "Turunkan SBY atau dipermainkan" dianggap sebagai wujud kebebasan berekspresi. Tidak perlu marah menanggapinya.
"Setiap orang kan berbeda pandangan, itu sebagai wujud bebas ekspresi," ujar anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman, di gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/6).
Dia juga menolak jika gambar tersebut sebagai kampanye terselubung untuk pemilu 2014. "Logikanya gimana, kalau kampanye kan Pak SBY nggak maju nanti 2014," kata anggota komisi I DPR ini.
Apabila sebagai wujud penjatuhan Partai Demokrat. Dia pun menganggap hal tersebut terlalu dini dilakukan sekarang. "Ha ha ha.. kalau ingin menjatuhkan ya nanti saja waktu pemilu," kata mantan menteri pemuda dan olahraga di era Presiden Soeharto ini.
Sebelumnya, sebuah karikatur berukuran besar dipasang di sebuah tiang fly over di perempatan Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Karikatur bergambar Presiden SBY tersebut terdapat tulisan mencolok, "turunkan SBY atau dipermainkan."
Pantauan merdeka.com, Kamis (7/6), karikatur tersebut didominasi oleh warna hitam dan putih. Tampak Presiden SBY separuh badan, mengenakan peci warna hitam. Di atas kepala SBY tampak nangkring garuda Pancasila. Tidak terdapat gambar lambang-lambang dari sila Pancasila, melainkan cuma warna putih bergambar "?" (tanda tanya).
Belum diketahui secara pasti siapa yang memasang karikatur provokatif tersebut. Hingga pukul 12.00 WIB, karikatur itu pasih menempel di tiang fly over Tanjung Barat. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya