Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Politikus ini berani marahi dan kritik Fahri Hamzah habis-habisan

Politikus ini berani marahi dan kritik Fahri Hamzah habis-habisan Am Fatwa marah sama Fahri. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah dikenal sebagai politis yang getol melontarkan kritik. Presiden Joko Widodo dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kerap menjadi sasaran empuk.

Perilaku Fahri ini rupanya membuat Ketua Badan Kehormatan DPD AM Fatwa marah besar. Dia terpancing ketika Fahri melontarkan pendapat soal putusan BK DPD soal Irman Gusman dalam Indonesia Lawyers Club (ILC), kemarin malam.

Politikus senior ini bahkan sampai mengancam melempar Fahri Hamzah dengan mic. "Mulutmu harimaumu. Jokowi dibilang sinting, KPK dibilang sinting, coba saudara berani bilang sinting sama saya!" kata Fatwa kesal.

Namun AM Fatwa akhirnya meminta maaf telah menegur Fahri terlalu keras. Dengan bijak dia kemudian meminta maaf pada kepada publik lewat akun twitter miliknya.

"Sebagai Pejabat Negara/Pejabat Publik saya mohon maaf kepada publik atas terjadinya silang pendapat dengan kalimat-kalimat yang tidak pantas saya ucapkan di muka publik dalam forum Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa 20 September 2016.

Saya terpancing emosi karena sudah terlalu lama terpendam ingin menasihati Saudara Fahri Hamzah khususnya dengan kalimat-kalimat dia yang suka bilang sinting, mulai dari Jokowi dan KPK malam itu.

Sekali lagi mohon maaf dan terima kasih atas dukungan dan nasihat yang saya terima dari berbagai pihak. Salam takzim saya hamba Allah yang lemah. AM Fatwa.

Fahri Hamzah pun meminta maaf atas ucapannya selama ini yang membuat AM Fatwa kesal. "Terima kasih nasihat abang kepada saya. Ana uhibbuka fillah. Mari saling mendoakan untuk kebaikan," balas Fahri Hamzah menanggapi postingan Fatwa itu.

"Bang AM Fatwa sudah lama menjadi guru saya. Beliau lama tinggal di Sumbawa menjadi orang Sumbawa. Tempat kami berkaca. Saya juga minta maaf kalau bang AM Fatwa kecewa. Inilah saya. Maju terus bang. Lidah yang berkata benar lebih baik dari dunia ini seisinya," balas Fahri.

Selain Fatwa, politikus Demokrat, Ruhut Sitompul, juga berkomentar keras ketika Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengeluarkan surat pemecatan terhadap Fahri Hamzah. Fahri dipecat dari seluruh jabatan dan jenjang kepengurusan partai. Tak terima dipecat, Fahri melawan dan menyerang habis Presiden PKS Sohibul Iman.

Ruhut sudah mengetahui pemecatan Wakil Ketua DPR itu dan perseteruannya dengan petinggi PKS. Di saat pimpinan DPR membela Fahri, Ruhut secara tegas membela Sohibul Iman. Dia mengaku punya banyak sahabat di PKS.

"Sohibul, dia sahabat gue. Ketua dewan syuro (PKS), Mensos di era Susilo Bambang Yudhoyono, itu sahabat gue. Kadang lagi kampanye Pilkada aku ketemu. Pak jujur saja, ketua dewan syuro yang lama punya sahabat saya, sayang sama aku. Aku bilang, kalau kalian pelihara Fahri Hamzah kalian pelihara kehancuran," kata Ruhut saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (5/4).

Ruhut menilai, Fahri pantas dipecat PKS karena komentarnya selama ini berseberangan dengan instruksi partai. Dia menyayangkan Fahri tidak bisa legowo dengan keputusan itu, malah menyerang balik dengan menggugat secara hukum pimpinan PKS.

"Fahri, mulutmu harimaumu. Mulutmu yang menerkammu sendiri. Aku sedih juga, tiap ketemu cipika-cipiki. Dia lawan PKS yang aku sangat sayang," tegasnya.

Dia mengatakan, perilaku Fahri membuatnya dipecat dari partai. Ruhut mencontohkan perilaku Fahri Hamzah yang tidak pantas di hadapan publik yaitu saat berdebat dengan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Fahri sempat debat kusir dengan penyidik KPK yang datang ke DPR dengan pengawalan polisi bersenjata laras panjang. "Kemarin dilihat rakyat dia berdebat dengan penyidik KPK, rakyat itu sangat cinta dengan KPK," tuturnya. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP