PKS Soal Berbagi Kekuasaan: Sudahlah Pak Jokowi, Kasih Itu ke Pendukung 01

Senin, 22 Juli 2019 22:22 Reporter : Sania Mashabi
PKS Soal Berbagi Kekuasaan: Sudahlah Pak Jokowi, Kasih Itu ke Pendukung 01 Hidayat Nur Wahid di Dialog Kebangsaan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mengatakan, rekonsiliasi bukanlah ajang untuk bagi-bagi kekuasaan. Hal ini ia katakan untuk menanggapi ucapan Ketua Dewan Kehormatan partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang menyatakan syarat rekonsiliasi antara kubu Jokowi-Ma'ruf dengan kubu Prabowo-Sandi adalah bagi-bagi kekuasaan dengan komposisi 55-45.

"Bagi PKS rekonsiliasi jangan diartikan sebagai re-kursiasi, jangan diartikan bagi-bagi kekuasaan. Sekarang saja dari 01 sudah banyak yang mengajukan nama. Sudahlah Pak Jokowi berikan itu kepada rekan-rekan 01 dan menurut 02 karena tidak dimenangkan dalam pilpres, wajar saja kita berada di luar pemerintahan," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/7).

Hidayat juga menilai, ucapan Amien ditujukan kepada internal PAN. Tujuannya untuk membuat PAN tetap berada dibarisan oposisi.

"Ya itu pernyataan Amien Rais yang menukil dari pernyataan tokoh lain yang kemudian pak Amien menyatakan itu tidak bisa dipenuhi. Dan sikap dasarnya adalah untuk wanti-wanti kepada PAN untuk enggak masuk ke dalam kabinet agar di oposisi," ungkapnya.

Wakil Ketua MPR ini juga menduga, Amien akan setia berada di jajaran oposisi. Namun, dia menegaskan PKS tidak akan mengajak siapapun untuk menjadi oposisi.

"Masing-masing sudah tahu posisinya kok. Kita tidak dalam posisi ajak mengajak. Kita masing-masing tahu tentang tanggung jawab sosial politiknya sekaligus memahami sikap yang perlu diambil," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mengeluarkan syarat agar kubu Prabowo-Sandiaga rekonsiliasi dengan kubu Jokowi. Salah satu syarat yang diajukan adalah membagi kekuasaan dengan konsep 55:45. Jika tidak, partai pendukung Prabowo-Sandiaga akan berada di luar pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.

"Misalnya disepakati, ayo bagi 55-45, itu masuk akal. Kalau sampai disepakati, berarti rezim (Jokowi) ini balik kanan, sudah jalan akalnya. Tapi ini kan enggak mungkin," ujar Amien di Gedung Dewan Dakwah, Jakarta, Sabtu (20/7). [rnd]

Topik berita Terkait:
  1. PKS
  2. Jokowi
  3. Hidayat Nur Wahid
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini