Perludem Soroti Dua Aspek Masalah Pemilu Serentak 2019

Minggu, 2 Februari 2020 16:32 Reporter : Yunita Amalia
Perludem Soroti Dua Aspek Masalah Pemilu Serentak 2019 Ilustrasi Pemilu. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) meluncurkan sebuah buku mengenai Evaluasi Pemilu Serentak 2019. Buku setebal 125 halaman itu memuat sejumlah kritisi dan pemetaan masalah dalam pelaksanaan pemilu 2019.

Peneliti Perludem sekaligus penyusun buku Evaluasi Pemilu Serentak 2019, Heroik Mustaqien Pratama, mengatakan bahwa ada tujuh pemetaan masalah yang terjadi pada Pemilu serentak. Tujuh pemetaan masalah itu kemudian dibagi menjadi dua aspek; masalah sistem dan masalah murni manajemen.

"Masalah yang muncul dari sistem karena penggabungan Pemilu DPR dan Pemilu DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota sehingga memecah konsentrasi kepentingan nasional dan lokal," ujarnya di Jakarta, Minggu (2/2).

Selain itu, imbuh Heroik, masalah yang ditimbulkan dalam sistem pemilu serentak 2019 karena daerah pemilihan yang amat besar, 3-10 untuk DPR dan 3-12 untuk DPRD. Imbasnya membuat peserta pemilu sangat riuh dan membingungkan. "Lalu dipertahankannya ambang batas pencalonan presiden berdasarkan perolehan kursi di DPR," kata Heroik.

Adanya ambang batas cukup besar diakui Heroik menimbulkan efek secara psikis. Dari masalah ini pula menurutnya sebagai pemicu polarisasi sangat kentara di tengah-tengah masyarakat. "Semua masalah ini yang membuat pemilu Indonesia bersifat unmanageable secara sistemik," tukasnya.

1 dari 1 halaman

Aspek Manajemen

Sementara dari aspek manajemen memuat empat pemetaan masalah berdasarkan yakni; rekrutmen petugas TPS yang tidak dioptimalkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan bimbingan teknis tidak mencukupi, pemungutan suara lebih memprioritaskan layanan kepada pemilih ketimbang petugas TPS.

Kemudian, paradigma manajemen pemilu yang sentralistik dalam penanganan sengketa pemilu dan pengadaan logistik tanpa mempertimbangkan kesiapan baik fisik ataupun teknis petugas di lapangan.

Keempat, penerapan teknologi bersifat manual. Menurut Heroik, hal ini justru menurunkan kualitas pemilu yang transparan dan akuntabel.

[bim]

Baca juga:
Refleksi Hasil Pemilu 2019
Hinca dan Hasto Bocorkan Hasil Pertemuannya dengan Mendagri Tito Karnavian
Bertemu 9 Sekjen Parpol, Mendagri Bahas Evaluasi Pemilu Serentak
Pemilu Serentak 2019, Pemilu Terburuk Sepanjang Sejarah?
Sidang Gugatan Caleg Gerindra Dilanjutkan 9 Januari, Agenda Jawaban Mulan Jameela Cs
Persekongkolan di Gerindra Demi Loloskan Sugiono dan Mulan Jameela
SBY Soroti Pemilu 2019, Demokrat Dorong Pilpres dan Pileg Dipisah

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pemilu 2019
  3. Pemilu Serentak
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini