Pendiri Hanura: Pakta Integritas OSO-Wiranto Bukan Keputusan Munaslub

Senin, 23 Desember 2019 18:35 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Pendiri Hanura: Pakta Integritas OSO-Wiranto Bukan Keputusan Munaslub Yus Usman Sumanegara. ©2019 Merdeka.com/genantan

Merdeka.com - Mantan Ketum Hanura Wiranto menyebut penunjukkan Oesman Sapta Odang (OSO) jadi ketum adalah rekayasa. Pendiri Partai Hanura pendukung OSO, Yus Usman Sumanegara menyebut, Wiranto yang memaksa OSO menjadi ketum.

"Pak OSO itu sebetulnya waktu itu tidak bersedia untuk jadi ketum partai Hanura. Tapi karena didesak, dipaksa oleh Pak Wiranto dan kemudian Pak Wiranto barangkali mengkondisikan sehingga terpilihlah Pak OSO secara aklamasi," kata Yus Usman, di City Tower, Jakarta Pusat, Senin (23/12).

1 dari 4 halaman

Wiranto sebelumnya juga menyinggung Pakta Integritas yang ditandatangani OSO. Isi poinnya OSO akan mundur dari ketum pada tahun 2019 dan mundur dari partai jika tidak bisa menaikkan suara Hanura di Pemilu. Yus Usman menegaskan, Pakta Integritas tidak pernah dibahas pada Munaslub di Bambu Apus tahun 2016.

"Pakta integritas itu kebetulan saya saat itu pimpinan sidang musyawarah sidang luar biasa, tidak pernah dibahas dan bukan merupakan keputusan Munaslub. Jadi kita enggak tahu. Tahu-tahu baru belakangan ini. Sepanjang berjalan 2-3 tahun ini tidak pernah. Dan itu bukan keputusan Munaslub," terang dia.

2 dari 4 halaman

Yus Usman juga merespons tudingan gerbong Wiranto, Chairuddin Ismail yang menyebut OSO menyingkirkan orang lama dan mengganti gerbong yang dibawa.

Dia menegaskan, Chaeruddin Ismail bukan pengurus Dewan kehormatan partai yang legal. Sebab, Ketua Dewan kehormatan partai Hanura yang legal dipimpin Marwan Paris Mayor Jenderal (Purn) Polisi.

"Jadi pak Pak Chairuddin enggak tahu dewan kehormatan yang mana, karena di dalam struktur dewan kehormatan partai yang di bawah pimpinan Pak OSO tidak ada nama Pak Chairuddin," ujar Yus Usman.

3 dari 4 halaman

Diketahui, pendukung Wiranto menyatakan akan menggelar Munaslub Hanura di luar kepengurusan OSO. Chairuddin Ismail, Ketua Dewan Kehormatan Hanura periode sebelumnya, menyatakan Hanura kepengurusan OSO abal-abal.

Dia menilai, Munas Hanura 2019 tidak sah karena tidak semua pengurus daerah diundang. OSO dituding menyingkirkan orang lama dengan mengganti gerbong yang dia bawa.

4 dari 4 halaman

Sementara, Ketua Dewan Pembina Partai Hanura, Wiranto mengungkit pakta integritas yang pernah ditandatangani OSO saat didapuk sebagai ketua umum dalam Munaslub 2016. Dengan pakta integritas itu, Wiranto menilai sepatutnya OSO mundur dari jabatannya sebagai ketua umum Hanura.

Wiranto menceritakan, Munaslub 2016 digelar karena dirinya harus mundur dari partai lantaran ditugaskan Presiden Joko Widodo sebagai Menko Polhukam. Kemudian, Wiranto merekayasa Munaslub agar OSO terpilih sebagai ketua umum.

"Saya merekayasa aklamasi dengan terpilih OSO," kata Wiranto. [rnd]

Baca juga:
Hanura Kubu OSO Minta Wiranto Tak Ganggu Situasi Politik Nasional
Pendiri Hanura yang Dukung OSO Ancam Polisikan Wiranto dkk
Diminta Jabat Ketum Hanura oleh Kubu Wiranto, Ini Kata Daryatmo
OSO Tak Libatkan Kubu Wiranto Susun Kepengurusan Hanura
Hanura Kubu OSO Tegaskan Munas Tandingan Ilegal

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini