Pekan depan, PAN tentukan arah koalisi di Pilpres 2019

Sabtu, 4 Agustus 2018 14:28 Reporter : Yunita Amalia
Pekan depan, PAN tentukan arah koalisi di Pilpres 2019 Zulkifli Hasan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai Amanat Nasional (PAN) belum menentukan sikap terkait dukungannya kepada Prabowo Subianto sebagai calon Presiden. Ketua umum PAN, Zulkifli Hasan mengatakan sikap politik akan ditentukan usai rapat kerja nasional (rakernas) Senin hingga Selasa mendatang.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu menuturkan saat ini pihaknya masih menggodok arah politik sehubungan dengan dibukanya pendaftaran calon Presiden dan Wakil Presiden di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Saat disinggung mengenai peluang Prabowo bersanding dengan Agus Harimurti Yudhoyono, ia menjawab dengan sedikit berkelakar.

"Ah kayak paling tahu aja. Yang paling tahu keputusannya Zulkifli Hasan lah," kata Zulkifli usai menghadiri diskusi di Gedung Konvensi Taman Makan Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (4/8).

Diketahui, hingga saat ini baik Joko Widodo sebagai petahana ataupun Prabowo Subianto masih belum menentukan sosok calon Wakil Presiden yang akan mendampingi keduanya dalam bersaing menjadi pimpinan negara.

Meski santer terdengar kubu koalisi Jokowi telah menentukan sosok tepat bersanding dengan Jokowi.

Lain halnya dengan koalisi Prabowo. Setelah dinamika politik berlangsung secara paralel, partai pendukung mulai tak satu suara dengan calon Wakil Presiden. Ditambah adanya surat Persaudaraan Alumni 212, yang isinya memberi rekomendasi kepada seluruh partai pendukung agar mendukung Salim Jufri Assegaf atau Ustad Abdul Somad sebagai wakilnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno menghormati atas rekomendasi tersebut. Hanya saja tidak menyatakan secara tegas sikap yang akan diambil PAN.

"Kami dari awal itu kami menghormati putusan atau ijtima ulama tersebut. Kami jadikan bahan pertimbangan dan dan bahan renungan yang paling dalam," ujar Eddy.

PAN tidak bisa buru-buru menyetujui rekomendasi ijtima ulama. Sebab, partai memiliki mekanisme internal yakni Rakernas untuk memutuskan keputusan strategis seperti dukungan dan arah koalisi di Pilpres 2019.

Rencananya, Rakernas PAN akan digelar pada tanggal 6-7 Agustus 2018 mendatang. Rakernas itu akan membahas evaluasi mandat untuk mencalonkan Zulkifli sebagai capres atau cawapres dan sikap politik di Pilpres 2019.

"Dan itu bentuk konsiderasi kami ketika kami membahas agenda Pilpres 2019," tegas Eddy. [fik]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini