PDIP sebut gerakan #2019GantiPresiden muncul karena elektabilitas Jokowi tinggi

Selasa, 10 April 2018 20:45 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Presiden Jokowi. ©2017 Biro Pers Istana

Merdeka.com - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai gerakan #2019GantiPresiden bukan sebuah aspirasi dari rakyat. Menurut Hasto, gerakan tersebut adalah manuver politik dari kubu oposisi karena menguatnya elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) jelang Pemilu Serentak 2019.

"Saya melihatnya sebagai sebuah manuver politik karena elektabilitas pak Jokowi yang tinggi dan juga kepemimpinan pak Jokowi di tengah rakyat," kata Hasto di Kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa (10/4).

Hasto setuju dengan pernyataan Jokowi di mana pergantian presiden berada di tangan rakyat dan Tuhan. Sehingga, segala atribut seperti kaos, gelang dan tagar di media sosial tidak bisa menghendaki pergantian presiden.

"Kita ini kan berkebudayaan timur, namanya pak Jokowi sudah memberikan penjelasan ganti presiden hanya rakyat yang bisa menentukan melalui pemilu. Di situ," ujarnya.

Rakyat pun, kata Hasto, menginginkan seorang pemimpin yang bisa menyatukan serta membangun optimisme Indonesia bakal maju di kemudian hari.

"Maka rakyat juga memberikan pilihan bahwa pemimpin itu menyatukan, membangun peradaban, bukan memecah belah bangsa, membangun optimisme, bukan pesimisme," ujarnya.

Koalisi Gerindra dan PKS kompak ingin menggagalkan Jokowi kembali memimpin Indonesia di Pilpres 2019. Kubu oposisi membuat gerakan #2019GantiPresiden yang dibuat dalam bentuk gelang, hingga kaos.

Jokowi ikut berkomentar tentang gerakan itu. Di hadapan relawan, Jokowi menyindir pihak yang ingin ganti presiden lewat kaos.

"Sekarang isu kaos ganti presiden 2019. Masa dengan kaos bisa ganti presiden," kata Jokowi.

Jokowi menegaskan, hanya dua hal yang bisa mendorong pergantian Presiden. Yakni rakyat dan kehendak Tuhan. Kaos tidak bisa mendorong pergantian Presiden.

"Masa pakai kaos bisa ganti Presiden, enggak bisa," ucapnya disambut tepuk tangan para relawan Galang Kemajuan Jokowi. [rzk]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini