PDIP sebut Ahok-Djarot mampu keluar dari kepungan Agus dan Anies
Merdeka.com - Debat kedua Pilgub DKI saling sindir dan serang antarpasangan menjadi 'bumbu' tersendiri di samping memaparkan visi dan misi. Tak terkecuali pasangan nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.
"Meskipun desain pertanyaan sepertinya mengkritisi pasangan nomor 2, namun hal yang mengejutkan terjadi. Ahok-Djarot mampu keluar dari kepungan. Pasangan dengan elektabilitas tertinggi menurut SMRC tersebut mampu menampilkan solusi kongkrit," ujar Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Jumat (27/1).
Hasto menambahkan, hasilnya birokrasi DKI bersih dari pungli, pelayanan publik meningkat, dan muncul kesadaran kolektif untuk meningkatkan kinerja birokrasi. Karena itulah sungai-sungai bersih, taman-taman baru dibangun, dan program KJP dan KJS dapat diterima secara luas.
Hasto menilai bahwa ada strategi yang salah diterapkan oleh pasangan no 1 dan 3. "Mereka terlalu berambisi menyerang Ahok-Djarot, sampai melewatkan gagasan penting yang kongkret untuk mengatasi berbagai persoalan di DKI. Kembali terbukti bahwa Pak Ahok semakin matang, dan sama sekali tidak ada nada emosi yang muncul," ucapnya.
Hasto pun sangat terkesan dengan kata penutup Ahok-Djarot. "Kalau pasangan lain masih beretorika memerangi ketidakadilan, maka Ahok-Djarot sudah membuktikan bagaimana melawan ketidakadilan tersebut," jelasnya.
Selain itu, soal isu relokasi warga di bantaran sungai, Hasto menilai pendirian nomor urut 1 Agus Yudhoyono bergeser. Sebab sungai memang memerlukan jalan inspeksi dan pengamanan bantaran sungai. Hasilnya, sungai Ciliwung pun dapat dikembalikan lebarnya yang semula 20 m, menjadi 50 m.
"Dampaknya praktis tidak ada banjir di DKI Jakarta," ujar Hasto.
Hasto pun menyebut penyampaian data Angka Partisipasi Murni yang disampaikan Anies tidak akurat. "Begitu bersemangat mengkritisi Ahok, sampai menggunakan data APM yang tidak akurat," pungkasnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya