PDIP: RUU Permusikan Belum Diperlukan

Jumat, 8 Februari 2019 21:32 Reporter : Ahda Bayhaqi
PDIP: RUU Permusikan Belum Diperlukan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto di Surabaya. ©2019 Merdeka.com/Mochammad Andriansyah

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menolak Rancangan Undang-undang (RUU) Permusikan. PDIP berpandangan RUU tersebut belum diperlukan untuk meregulasikan musik.

"Bagi PDI Perjuangan, RUU musik ini sebenarnya belum begitu diperlukan," ujar Hasto saat temu milenial di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (8/2).

PDIP menilai RUU Permusikan ini berpotensi membunuh kreativitas musisi. Lantaran, isinya dianggap mengakomodir label besar.

Padahal menurut Hasto, musik itu lahir dari masyarakat di bawah. Makanya UU Permusikan tersebut harus berkeadilan.

"Taruhlah sebuah UU kemudian dibuat hanya karena kepentingan industri tertentu, kepentingan modal tertentu, yang kemudian di balik UU itu muncul berbagai kepentingan yang pada akhirnya bisa membunuh ruang kreatifitas di dalam seni itu sendiri," jelas Hasto.

RUU Permusikan itu sendiri menjadi polemik. Para musisi tanah air mengambil sikap dengan membentuk Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan. Beberapa pasal dalam undang-undang yang diusulkan politisi PAN Anang Hermansyah dinilai merugikan musisi.

Dalam Safari Kebangsaan VII di Jawa Barat, Hasto disambut gelaran musik kaum muda di Sukabumi. Musik bergenre rock sampai reggae ditampilkan.

Selain pertunjukan musik, para kaum milenial ini juga mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Hasto mengajak anak muda ini berkreasi bersama Jokowi.

"Untuk itu, saya sampaikan salam pak Jokowi, salam anak muda, salam inovasi, salam kreativitas, salam penuh dengan gerak juang membangun Indonesia raya," kata Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf itu. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini