PBNU Jawab PKB: Politiknya NU Bukan untuk Partai Politik Tertentu

Kamis, 26 Mei 2022 11:23 Reporter : Ahda Bayhaqi
PBNU Jawab PKB: Politiknya NU Bukan untuk Partai Politik Tertentu Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua PBNU Ishfah Abidal Aziz menilai pernyataan Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid terkait PKB sebagai alat politik Nahdlatul Ulama (NU) merupakan keliru. Ishfah menegaskan, politik NU adalah politik kebangsaan, bukan untuk partai politik tertentu.

"Seharusnya politik NU itu politik kebangsaan, politik NU itu politik umat kesejahteraan kemaslahatan umat. Bukan untuk partai politik tertentu," tegasnya saat dihubungi, Kamis (26/5).

Ishfah pun menjelaskan, NU bicara politik untuk kepentingan yang lebih luas. Misal dalam kebijakan pemerintah agar memberikan dampak positif kepada umat, bangsa dan negara.

NU tidak bicara soal politik jabatan. "Kalau kemudian diasumsikan bahwa politik lama ini bersifat parsial, soal siapa menjabat posisi apa, itu menjadi sangat kurang tepat," ujar Ishfah.

Maka itu pula, menjadi kebijakan PBNU agar tidak masuk ranah politik praktis. Sebagai organisasi ulama dan keagamaan, NU tidak dibenarkan untuk masuk politik praktis.

"Dalam hal organisasi perkumpulan ulama tidak boleh masuk ranah politik, itu tidak boleh, tidak dibenarkan dalam berNU, dalam berorganisasi, di NU tidak diperbolehkan, tidak dibenarkan masuk ranah politik," kata Ishfah.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menyambut positif pernyataan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf yang menyebutkan NU tidak boleh dijadikan alat politik Pemilu 2024. Jazilul sepakat bahwa Nahdlatul Ulama tidak boleh dijadikan alat politik.

Namun, dia menegaskan, PKB merupakan alat politik bagi warga Nahdliyin. Ia memandang pernyataan Yahya merupakan pesan untuk partai politik lain agar tidak menjadikan NU sebagai alat politik.

"Tentu kami setuju karena memang NU bukan alat politik, tapi PKB lah alat politik NU. Jadi apa yang disampaikan beliau (Gus Yahya) itu adalah untuk partai-partai yang lain, bukan PKB karena PKB dengan NU itu ibarat dua sisi mata uang yang tidak akan bisa dipisahkan," katanya di Gedung DPR, Selasa (24/5).

[bal]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. PBNU
  3. Nahdlatul Ulama
  4. PKB
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini