Para Syndicate: Debat Pilpres Pertama Datar-Datar Saja, Belum Memuaskan

Jumat, 18 Januari 2019 19:22 Reporter : Ahda Bayhaqi
Para Syndicate: Debat Pilpres Pertama Datar-Datar Saja, Belum Memuaskan Pasangan Capres Berpelukan Saat Debat Pertama. ©2019 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Para Syndicate Ari Nurcahyo memberikan nilai tujuh untuk pasangan calon 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, dan nilai enam untuk pasangan calon 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, dari keseluruhan debat pertama. Menurutnya, wajar angkanya masih pas-pasan karena pemaparan datar-datar saja.

"Kalau saya memberikan nilai pasangan 01 saya beri nilai tujuh, pasangan 02 nilai enam. Karena masih datar-datar saja tetapi pas passing gradenya lulus ya. Memang masih datar saja belum kategori puas ya," ujar Ari di kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan, Jumat (18/1).

Ari menilai ada nilai lebih oleh pasangan calon presiden 01. Jokowi menurutnya berhasil membalas serangan Prabowo dengan baik. Mulai dari mengangkat kasus Ratna Sarumpaet, sampai menungkit Gerindra yang banyak mengusung caleg mantan koruptor.

Pemaparan Ma'ruf soal terorisme juga dinilai baik. Karena mampu memberikan perspektif kesejahteraan dalam terorisme itu.

"Poin-poin ini ditakar paparan pak Jokowi dan kiai Ma'ruf, kadar substansi itu lebih besar dibandingkan substansi pak Prabowo," jelasnya.

Sementara, Prabowo dinilai terlalu memberikan penjelasan berputar. Meski membawa kasus-kasus, tapi tidak memberikan jawaban yang jelas.

"Prabowo tidak straight to the point tapi berputar. Berangkat dari kasus-kasus tapi ga straight to point," kata dia.

Selain itu Prabowo dinilai tak membawa data akurat di atas panggung debat. Beberapa kali Ketum Gerindra itu memberikan data salah. Seperti menyebut luas Jateng lebih besar dibandingkan Malaysia.

"Impactnya berbahaya bagi proses menimbulkan kebingungan di masyarakat, menimbulkan distrust, ketidakpercayaan terhadap informasi terhadap data," jelas Ari. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini