Oposisi kritik debat KPU mirip cerdas cermat: Paparan program 1 jam, bukan 3 menit

Kamis, 13 September 2018 20:37 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan. ©2018 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Usai melakukan pertemuan rutin, para Sekjen koalisi partai politik pengusung pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto - Sandiaga Uno mengkritisi beberapa hal. Salah satunya model debat pasangan capres dan cawapres yang diwadahi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan ingin para pasangan calon membeberkan visi misinya selama satu jam penuh. Hinca tak ingin gaya model debat terburu-buru dan paparannya tidak utuh.

"Selama ini kan cuma dikasih berapa menit di televisi terus nanti pake istilah saya tuh debat pake speedometer. Jadi dibilang waktu tinggal 2 detik.Iini bukan soal cerdas cermat, ini soal urusan negara ini urusan 250 juta orang," katanya di Jl Daksa I Nomor 10, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (13/9).

"Ini urusan besar karena itu kami akan mengusulkan dan kami sepakat untuk minta diberi kesempatan calon kita bicara satu jam full tentang pikiran pikirannya," sambungnya.

Sehingga para paslon Pilpres bisa memaparkan jelas soal ekonomi, ketahanan energi, soal lapangan kerja, dan isu lainnya. Dengan demikian, kata Hinca, rakyat mengetahui secara penuh apa jalan pikiran dari para kandidat.

"Karena itu kami menolak untuk dibuat semacam tontonan cerdas cermat itu karena itu buat kami penting," ujarnya.

"Jadi satu tema ya sehingga kami puas. 60 menit cukup itu. Tapi kalau cuma 3 menit masing-masing kemudian masing-masing bertanya yaudah kaya cerdas cermat. Buat kita buang cerdas cermat. Kita betul betul yang cerdasnya itu dan karena itu dilepas secara terbuka itu yang kami bahas dan kami semua setuju," tambah Hinca.

Pekan depan, para Sekjen koalisi akan merinci soal mengganti model debat ini. Hinca minta gaya debat KPU yang lama dihapus.

"Sehingga sebelum KPU menetapkan kapan debat, materi dan seterusnya kami akan minta KPU untuk membuat itu dihapus saja debat ala cerdas cermat tapi menyampaikan pikiran, gagasan besar untuk saat ini," tutur Hinca.

Hinca tidak menjelaskan apakah KPU bisa mengatur soal ini lewat PKPU. Namun dia memandang, gaya model debat selama ini hanya kepentingan rating semata.

"Kalau dilihat kan aturan mainnya supaya ada di TV dan menarik. TV nya is oke tapi poin kita adalah beri diruang sebanyak banyaknya bagi capres cawapres itu. Dan jangan lupa kemarin kan kampanyenya cuma 45 hari. Ini kan 7,5 bulan jadi biarkan itu dilepas sehingga juta semuanya menyadari kita semua mendapatkan apa yang jadi pikiran kita," imbuhnya.

Lebih lanjut, Hinca berharap ide ini bisa dipertimbangkan oleh KPU. Hal ini juga berguna untuk jalan pikiran demokrasi semakin bagus.

"Kami ingin demokrasi ini harus beri ruang kepada para pasangan kandidat secara adil dan terbuka sehingga pemilih puas untuk tangkap pemikiran itu," tandasnya. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini