MS Hidayat: Di Kantor Luhut, Bamsoet Diminta Mundur dari Munas Golkar

Selasa, 3 Desember 2019 17:34 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
MS Hidayat: Di Kantor Luhut, Bamsoet Diminta Mundur dari Munas Golkar Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartarto. ©2019 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan tak jadi bertarung di Munas Golkar yang akan dibuka malam ini, Selasa (3/12) sekitar pukul 19.00 WIB. Bamsoet memutuskan hal itu setelah bertemu dengan Airlangga Hartarto, Aburizal Bakrie dan Luhut Panjaitan di Kantor Kemenko Kemaritiman.

Anggota Dewan Pembina Golkar, MS Hidayat yang sejak awal mendukung pencalonan Bamsoet mengaku pasrah. Dia mengungkapkan, Bamsoet diminta mundur dalam pertemuan itu.

"Tadi jam 3 siang di kantor Pak Luhut, dia diminta menyatakan mundur dari pencalonan. Ya sudah," jelas MS Hidayat kepada merdeka.com, Selasa (3/12).

1 dari 3 halaman

Munas Golkar Belum Demokratis

MS Hidayat memprediksi, pertarungan Munas Golkar akan berlangsung musyawarah mufakat. Dia melihat, Munas tidak akan berlangsung voting seperti prediksi awal.

"Saya belum bisa komentar, sepintas kelihatan pemilihan yang demokratis, bebas, rahasia, belum bisa terlaksana di Partai Golkar ini," tambah dia.

Diberitakan sebelumnya, Bamsoet, Airlangga, Aburizal dan Luhut bertemu di Kantor Kemaritiman, Jakarta siang tadi. Usai setengah jam bertemu, Bamsoet memutuskan mundur dari pencalonan ketum Golkar.

2 dari 3 halaman

4 Alasan Mundur

Bamsoet menjelaskan, setelah mengamati perkembangan Munas Golkar yang semakin panas. Kedua situasi nasional yang memerlukan situasi politik yang kondusif dan menjaga harapan mempertahankan pertumbuhan ekonomi atas ancaman ekonomi global.

"Kemudian berikutnya adalah nasihat pandangan dan pendapat para senior khususnya wujud dan ketua dewan pembina Aburizal Bakrie menasihati agar setelah melakukan koordinasi dan mendengar masukan dari para dewan pakar," kata Bamsoet di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Selasa (3/12).

Keempat, lanjut Bamsoet, semangat rekonsiliasi yang telah disepakati bersama dengan kedua tim ke depannya tidak ada lagi kubu-kubuan, yang ada hanya pro Golkar dan Indonesia maju.

"Maka dengan semangat rekonsiliasi yang telah kita sepakati bersama maka demi menjaga soliditas dan menjaga keutuhan Partai Golkar maka saya pada sore hari ini menyatakan tidak meneruskan pencalonan saya sebagai kandidat Ketua umum Partai Golkar.

3 dari 3 halaman

Jaga Soliditas

Bamsoet berharap, soliditas dan kekompakan Partai Golkar dalam menjaga situasi internal yang harus terus-menerus terjaga dengan baik menghadapi berbagai tantangan baik ekonomi maupun politik yang terpenting adalah kemenangan Pemilu 2024.

"Saya harapkan kepada para pendukung saya untuk kembali merajut soliditas," tutup Bamsoet. [rnd]

Baca juga:
Airlangga Bersyukur Bamsoet Mundur Caketum Golkar, Sebut Munas akan Berlangsung Sejuk
JK Soal Pemilihan Ketum Golkar: Tidak Voting Tidak Berarti Tidak Demokrasi
Bamsoet Mundur Caketum Golkar Setelah Bertemu Luhut, Pendukung Ingin Tahu Alasannya
Loyalis Airlangga Soal Bamsoet Mundur Caketum: Sudah Kembali Jalan yang Benar
Empat Alasan Bamsoet Mundur dari Pencalonan Ketum Golkar
Mayoritas Pengurus DPD Dukung Airlangga, Munas Diharapkan Selesai dengan Mufakat

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini