Mantan Menteri ESDM, Ignasius Jonan, Siap Mengabdi Kembali Jika Diminta Prabowo: Dari KAI hingga Dua Kursi Menteri!

Ignasius Jonan, mantan Menteri ESDM dan Perhubungan, menyatakan kesiapannya untuk kembali mengabdi kepada negara jika diminta Presiden Prabowo Subianto, meski belum ada tawaran resmi dalam pertemuan mereka.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mantan Menteri ESDM, Ignasius Jonan, Siap Mengabdi Kembali Jika Diminta Prabowo: Dari KAI hingga Dua Kursi Menteri!
Ignasius Jonan, mantan Menteri ESDM dan Perhubungan, menyatakan kesiapannya untuk kembali mengabdi kepada negara jika diminta Presiden Prabowo Subianto, meski belum ada tawaran resmi dalam pertemuan mereka. (AntaraNews)

Jakarta, 03/11 – Mantan Menteri Perhubungan dan Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, menegaskan kesediaannya untuk kembali mengabdi kepada negara jika diminta oleh Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan ini muncul setelah Jonan melakukan pertemuan selama dua jam di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin.

Meskipun obrolan tersebut berlangsung intensif, Jonan menyebut bahwa belum ada tawaran penugasan spesifik dari Kepala Negara. Pertemuan ini lebih bersifat diskusi dan tukar pandangan mengenai berbagai program pemerintah dan isu pembangunan nasional.

Sebagai warga negara, Jonan menyatakan bahwa ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi jika kemampuannya dibutuhkan. Kesiapan ini didasari oleh rekam jejaknya yang panjang dalam memimpin transformasi di sektor transportasi dan energi.

Pertemuan antara Ignasius Jonan dan Presiden Prabowo Subianto berlangsung tertutup di Istana Kepresidenan, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Jonan hadir untuk bertukar pandangan seputar program pemerintah dan isu-isu krusial lainnya.

Meskipun durasi pertemuan cukup lama, Jonan secara lugas membantah adanya tawaran jabatan atau penugasan khusus dari Presiden Prabowo. "Enggak ada tawaran. Ini cuma diskusi," ujarnya kepada awak media setelah pertemuan.

Ia menegaskan bahwa pertemuannya dengan Presiden murni bersifat diskusi dan tukar pandangan sebagai warga negara. Hal ini menunjukkan bahwa inisiatif pertemuan lebih kepada upaya berbagi pengalaman dan perspektif.

Meski demikian, Jonan tidak menutup kemungkinan untuk kembali berkontribusi jika negara memanggil. "Kalau sebagai warga negara, kalau diminta untuk bekerja untuk negara ya mestinya siap, kalau mampu. Kalau saya mampu sih ya. Itu aja sih. ya tergantung yang ngasih tugas," katanya.

Nama Ignasius Jonan dikenal luas berkat kiprahnya yang gemilang dalam memimpin PT Kereta Api Indonesia (Persero) dari tahun 2009 hingga 2014. Di bawah kepemimpinannya, PT KAI mengalami transformasi signifikan, memperbaiki layanan publik dan manajemen operasional secara menyeluruh.

Keberhasilan ini mengubah wajah transportasi kereta api Indonesia menjadi lebih modern dan efisien. Jonan berhasil meningkatkan kepercayaan publik terhadap moda transportasi massal tersebut, menjadikannya pilihan utama bagi banyak masyarakat.

Prestasinya di PT KAI kemudian membawanya ke kursi pemerintahan sebagai Menteri Perhubungan pada periode 2014-2016. Setelah itu, ia kembali dipercaya menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dari tahun 2016 hingga 2019, menunjukkan kapasitasnya di berbagai sektor strategis.

Setelah masa jabatannya berakhir, Ignasius Jonan kembali aktif sebagai komisaris di berbagai perusahaan swasta terkemuka. Pengalamannya yang luas di sektor BUMN dan pemerintahan menjadikannya salah satu figur yang memiliki pemahaman mendalam tentang birokrasi dan pengelolaan aset negara.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi