Maju di Pilgub Sumsel, 2 bakal cawagub ini dipecat Golkar & PDIP

Jumat, 12 Januari 2018 17:04 Reporter : Irwanto
Irwansyah dampingi Aswari maju Pilgub Sumsel. ©2018 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Tetap maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel, dua bakal calon Wakil Gubernur dicopot dari partainya. Mereka dianggap berseberangan dan tidak setia terhadap partai yang membesarkan namanya.

Kedua bakal cawagub tersebut yakni; Mawardi Yahya yang maju mendampingi Herman Deru dari Partai NasDem, PAN, dan Hanura. Dia merupakan kader Partai Golkar dan pernah menjadi Bupati Ogan Ilir dua periode dari partai berlambang pohon beringin itu.

Bakal cawagub lain juga dicopot yakni Irwansyah yang maju bersama Saifuddin Aswari Rivai dari Partai Gerindra dan PKS. Irwansyah adalah kader PDIP yang mengusungnya menang dalam Pemilihan wali kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung, lima tahun lalu.

Beberapa saat sebelum mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel, dia resmi menjadi kader PKS disertai dengan penyerahan kartu anggota kader dan almamater partai.

Ketua DPD Partai Golkar Sumsel, Alex Noerdin mengatakan, pemecatan Mawardi Yahya sebagai kader akan menjadi pembahasan utama dalam rapat partai yang digelar beberapa hari lagi. Sebab, posisi Mawardi Yahya di Partai Golkar sangat strategis, yakni Ketua DPD Partai Golkar Ogan Ilir.

"Dia (Mawardi Yahya) pasti dikeluarkan (dari partai). Ini berlaku bagi siapapun yang membelot," ungkap Alex, Jumat (12/1).

Mawardi Yahya mengaku belum menerima surat pemberhentian dirinya dari Golkar. Hingga saat ini, dia mengklaim masih menjadi kader dan pengurus Partai Golkar.

"Tidak ada itu, tidak ada yang dipecat. Saya masih kader Golkar," kata dia.

Sementara itu, Bendahara DPD PDIP Sumsel, Yudha Rinaldi mengatakan, pencopotan Irwansah dilakukan DPP PDIP beberapa waktu lalu. Irwansyah dinilai tidak setia terhadap partai karena maju dalam pilkada dari partai pesaing.

"Apalagi dia (Irwansyah) sudah kantongi KTA PKS, dia sudah dicopot," tegasnya.

Irwansyah menyebut memilih mendampingi Aswari dari Partai Gerindra dan PKS maju dalam Pilgub Sumsel karena mendapat restu dari orangtuanya. Apapun konsekuensinya, termasuk melepas baju partai, dia siap menjalaninya.

"Saya sudah mundur dari PDIP, itu keputusan final. Terpenting, orangtua saya ridho dan mendoakan," katanya. [dan]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.