Kubu Prabowo-Sandi Protes MK Batasi Saksi

Selasa, 18 Juni 2019 18:17 Reporter : Yunita Amalia
Kubu Prabowo-Sandi Protes MK Batasi Saksi Sidang kedua sengketa Pilpres 2019. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Kuasa hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto keberatan atas pembatasan saksi yang dihadirkan dalam sidang sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU). Berdasarkan rapat permusyawaratan hakim, seluruh pihak hanya dibatasi mendatangkan 15 orang saksi dan 2 saksi ahli.

"Mahkamah Konstitusi sesuai aturan punya aturan dan kewenangan mengatur jumlah saksi, kami kalau untuk buktikan argumentasi yang kami kemukakan rasanya 15 saksi fakta dan 2 ahli tidak mungkin," ujar Bambang, Jakarta, Selasa (18/6).

Namun permintaan Bambang sebagai kuasa hukum pemohon ditolak hakim dengan pertimbangan skala prioritas.

Hakim Suhartyo mengatakan, ketimbang keterangan saksi, untuk perkara sidang sengketa surat adalah alat bukti prioritas. Berbeda jika sidang tersebut adalah perkara pidana.

Selain skala prioritas dalam sidang sengketa, Hakim Suhartoyo menjelaskan, pembatasan jumlah saksi demi kualitas keterangan para saksi itu sendiri.

"Mahkamah ingin lebih menggali kualitas kesaksiannya daripada kuantitas. Makanya mahkamah minta pengertian para pihak," kata Hakim Suhartoyo menanggapi permintaan tersebut.

Di samping itu, Hakim konstitusi Saldi Isra mengingatkan, pemohon tidak mendramatisir tentang perlindungan saksi. Pemohon, diwakili Bambang Widjojanto sebagai kuasa hukum, meminta Mahkamah Konstitusi (MK) melindungi saksi mereka.

"Ada juga kewajiban aparat. Jadi soal di sini kita masing-masing punya pengalaman. Jadi tidak terlalu mendramatisir lah," kata Saldi. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini