KRI Rumah Sakit TNI AL Dikerahkan ke Sumatera, Bawa Bantuan Medis dan Logistik Respons Bencana

TNI AL memberangkatkan KRI dr. Soeharso-990, sebuah KRI Rumah Sakit, bersama empat kapal lainnya dari Jakarta dan Surabaya menuju Sumatera. Misi kemanusiaan ini membawa tim medis, fasilitas kesehatan lengkap, dan logistik untuk membantu korban bencana.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
KRI Rumah Sakit TNI AL Dikerahkan ke Sumatera, Bawa Bantuan Medis dan Logistik Respons Bencana
TNI AL memberangkatkan KRI dr. Soeharso-990, sebuah KRI Rumah Sakit, bersama empat kapal lainnya dari Jakarta dan Surabaya menuju Sumatera. Misi kemanusiaan ini membawa tim medis, fasilitas kesehatan lengkap, dan logistik untuk membantu korban bencana. (AntaraNews)

KRI dr. Soeharso-990 (SHS) milik TNI Angkatan Laut diberangkatkan dari Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta, pada Minggu (30/11). Kapal tersebut mengemban misi kemanusiaan penting untuk merespons bencana yang melanda sebagian wilayah utara Sumatera. Keberangkatan ini membawa harapan bagi masyarakat terdampak.

Keberangkatan KRI SHS dimulai pukul 10.45 WIB setelah dilepas langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Marsekal TNI Muhammad Ali. Selain KRI SHS, dua kapal perang lainnya, KRI Teluk Gilimanuk-531 (TGK) dan KRI Semarang-594 (SMR), juga turut diberangkatkan dari pangkalan yang sama. Mereka akan menyalurkan bantuan vital.

Misi ini bertujuan untuk menyalurkan bantuan logistik esensial serta mengerahkan tim medis profesional ke daerah-daerah yang membutuhkan. Kapal-kapal ini akan berlayar menuju beberapa titik di Sumatera, termasuk Lhokseumawe, Nias, Sibolga, dan Langsa, guna meringankan beban korban bencana alam.

TNI Angkatan Laut mengerahkan total lima kapal perang untuk operasi kemanusiaan berskala besar ini. Tiga kapal diberangkatkan dari Jakarta, yakni KRI dr. Soeharso-990, KRI Teluk Gilimanuk-531, dan KRI Semarang-594, menunjukkan kesiapan respons cepat. KSAL Muhammad Ali menjelaskan, "Nanti mereka split, ada yang ke Lhokseumawe, kemudian ada yang ke Nias, ada yang ke Sibolga, ke Langsa juga."

Selain armada dari Jakarta, dua kapal lainnya juga turut serta dalam misi ini. KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 (RJW) diberangkatkan dari Surabaya, Jawa Timur, menambah kekuatan medis yang signifikan. Sementara itu, KRI Sutedi Senaputra-378 (SSA) yang sudah berada di Belawan, Sumatera Utara, bergerak menuju Langsa, Aceh, untuk mempercepat distribusi bantuan.

Seluruh kapal ini telah dilengkapi dengan bahan kontak dan bantuan logistik yang beragam, termasuk tenaga kesehatan terlatih. Lebih lanjut, lima unit helikopter juga diangkut oleh kapal-kapal TNI AL. Helikopter ini akan sangat krusial untuk mendistribusikan bantuan ke daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

KSAL Ali menegaskan peran helikopter dalam misi ini. "Mereka tugasnya juga akan membantu terutama men-drop bahan logistik dan bahan kontak terutama daerah-daerah yang terputus (komunikasi), dan terisolasi akibat bencana alam ini," ujarnya. Selain itu, personel Zeni Marinir juga dikerahkan untuk membantu rehabilitasi infrastruktur yang rusak.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menjelaskan bahwa TNI AL memfokuskan pengerahan Kapal Rumah Sakit dalam misi ini. KRI dr. Soeharso-990 dan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 menjadi ujung tombak. Kedua kapal ini membawa tim medis lengkap serta fasilitas kesehatan modern yang sangat dibutuhkan di lokasi bencana.

KRI dr. Soeharso-990 mengangkut sembilan personel Departemen Kesehatan KRI, ditambah 80 personel dari Batalyon Kesehatan (Yonkes) Marinir. Mereka membawa satu set Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) yang lengkap dengan tenda, velbed, dan ambulans. Fasilitas ini siap memberikan penanganan medis darurat secara komprehensif.

Sementara itu, KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 membawa 11 personel medis KRI dan berbagai peralatan kesehatan penting. Termasuk di dalamnya adalah ambulans dan tabung oksigen dalam jumlah besar, memastikan ketersediaan pasokan vital. Kapasitas medis yang besar ini diharapkan dapat menjangkau banyak korban bencana.

Bahan kontak atau logistik yang dimuat di semua KRI mencakup kebutuhan dasar seperti bahan makanan, minuman, obat-obatan, dan pakaian. Selain itu, tabung oksigen juga menjadi prioritas utama. Proses embarkasi logistik ini dikoordinasikan secara ketat oleh Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I, II, dan III, memastikan efisiensi distribusi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi