Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan memberikan daftar pertanyaan kepada peserta debat capres cawapres. Daftar pertanyaan itu rencananya akan diberikan kurang lebih satu pekan sebelum debat capres cawapres digelar pada 17 Januari mendatang.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Ahmad Muzani mengatakan, pihaknya legowo dengan keputusan KPU tersebut. Dia mengaku setuju atas segala aturan dari lembaga penyelenggara pemilu itu.
"Kalau kemudian itu sudah dilakukan oleh KPU ya kita setuju saja," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/1).
Muzani mengakui keputusan itu diambil dengan musyawarah bersama antara KPU, BPN dan tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf, hingga bisa mencapai keputusan akhir dengan memberikan kisi-kisi kepada masing-masing calon.
"Ya ada pandangan, ada rapat bersama yang dilakukan BPN dan TKN ya," ungkapnya.
Meski begitu, Sekjen Partai Gerindra ini menilai pemberian daftar pertanyaan kepada paslon oleh KPU itu berakibat masalah yang akan didebatkan tak bisa digali lebih mendalam.
"Bukan soal diuntungkan apa enggak, tapi akhirnya kita tidak bisa menggali masalah itu lebih dalam dan lebih kaya lagi," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, pasangan capres dan cawapres akan diberikan daftar pertanyaan sebelum pelaksanaan debat pertama Pilpres 2019. Kedua pasangan capres dan cawapres menerima daftar pertanyaan seminggu sebelum debat.
Apalagi saat ini enam panelis debat pertama tengah menyusun daftar pernyataan di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Pusat.
"Kalau target kita sih tanggal 10 lah, seminggu sebelum pelaksanaan debat," kata Arief di Jakarta Pusat, Sabtu (5/1).
Meskipun menerima daftar pertanyaan, Arief menyebut pihak capres dan cawapres tidak mengetahui pertanyaan mana yang akan diajukan. Dia menyebut pertanyaan dalam debat akan dibagi menjadi dua tipe yaitu terbuka dan tertutup.
"Kan ada 20 pertanyaan padahal kan sebenernya yang ditanyakan cuma masing-masing cuma 3, karena ada 3 segmen yang pertanyaan oleh moderator berarti nanti ada 3 untuk Paslon nomor 01 dan 02. Kan tapi 3 pertanyaan itu mereka belum tahu," ujarnya.
Sedangkan untuk yang tertutup, Arief menyebut setiap paslon mempunyai kesempatan untuk memberikan pertanyaan kepada lawannya. Sehingga setiap paslon tidak mengetahui apa yang akan ditanyakan.
"Jadi paslon 01 mengajukan pertanyaan ke 02 begitu juga sebaliknya. Ini kan enggak ada yang tahu pertanyaan seperti apa," papar Arief.
Sementara itu, Arief menyebut pihaknya memiliki pertimbangan tersendiri mengenai pemberian daftar pertanyaan itu. Yakni, kata dia, agar memudahkan paslon dapat menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan data secara detail.
"Debat itu sebetulnya salah satu metode kampanye dan tujuan kampanye itu sendiri itu untuk menyampaikan visi-misi program masing-masing paslon kepada publik. Kalau ada pertanyaan-pertanyaan yang engga bisa dijawab detailkan pertanyaan itu terkait data dan segala macam dan itu tidak bisa dijawab dengan detail," jelasnya.