Kontroversi Amien Rais Ingin Jewer Ketum Muhammadiyah

Kamis, 22 November 2018 06:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Kontroversi Amien Rais Ingin Jewer Ketum Muhammadiyah Amien Rais. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Politisi senior Amien Rais kembali menyampaikan pernyataan yang kontroversi. Pernyataannya ingin menjewer Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir. Apa penyebabnya?

Amien sebagai Penasihat Pimpinan Pusat Muhammadiyah meminta organisasi Islam tersebut menentukan sikap politiknya pada Pilpres 2019 mendatang. Menurutnya, PP Muhammadiyah harus jelas dalam menentukan pilihan pemimpin bangsa. "Di tahun politik, tidak boleh seorang Haedar Nasir memilih menyerahkan ke kader untuk menentukan sikapnya di Pilpres. Kalau sampai seperti itu akan saya jewer," katanya.

Pernyataan Amien itu kemudian menjadi kontroversi, berikut tanggapan beberapa pihak terkait pernyataan Amien:

1 dari 5 halaman

Amien Rais Bicara Dalam Ranah Pribadi

Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nasir. ©2018 Merdeka.com

Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengatakan pernyataan Haedar Nasir dan Amien Rais berbeda konteksnya. Di mana Muhammadiyah sebagai organisasi harus netral saat Pilpres, tapi kader harus menentukan pilihannya. Oleh karena itu, Anwar menganggap sebenarnya tidak ada yang salah dalam ucapan Amien Rais agar Muhammadiyah segera menentukan sikap.

"Jadi yang netral itu adalah organisasinya, kalau anggotanya tidak boleh tidak bersikap. Jadi Pak Haedar bicara dalam ranah organisasi, sementara Pak Amien bicara dalam ranah pribadi dari anggota Muhammadiyah," ucap Anwar.

2 dari 5 halaman

Amien Rais Dinilai Otoriter

Amien Rais. ©2012 Merdeka.com

Sikap mantan Ketum PP Muhammadiyah, Amien Rais dinilai otoriter lantaran memaksa Muhammadiyah untuk mengambil sikap politik organisasi dalam Pilpres 2019. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Abdul Kadir Karding menuturkan Muhammadiyah sudah pasti punya mekanisme internal sehingga seharusnya tidak boleh diintervensi.

"Oleh karena itu, langkah yang dilakukan Pak Amien saya kira merugikan Pak Amien sebagai tokoh seakan-akan memaksakan kehendak, memiliki sikap yang otoriter," ucap Karding.

3 dari 5 halaman

Bisa Turunkan Elektabilitas Prabowo-Sandi

Prabowo-Sandi usai tes kesehatan. ©Liputan6.com/Delvira Hutabarat

Pernyataan politisi senior Amien Rais ingin menjewer Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir dinilai dapat menurunkan elektabilitas Prabowo-Sandi. Ucapan itu juga bisa membuat warga Muhammadiyah hilang kepercayaan kepada Amien.

Selain itu, pernyataan Amien tersebut memperlihatkan kepanikan karena elektabilitas Prabowo-Sandiaga cenderung stagnan. "Menurut saya, selain blunder, pernyataan Pak Amien akan membuat warga Muhammadiyah marah dan hilang kepercayaan kepada beliau. Bahkan bisa menurunkan elektabilitas Prabowo-Sandi di Muhammadiyah," kata Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Raja Juli Antoni.

4 dari 5 halaman

Pernyataan Amien Rais Bercanda

Fahri Hamzah. ©2018 Merdeka.com/Ronald

Politisi PKS Fahri Hamzah menilai ucapan politisi senior Amien Rais ingin menjewer Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir hanya bercanda. Menurutnya, Amien Rais memiliki manajemen komunikasi tersendiri dengan Haedar Nashir sehingga melontarkan ucapan itu. Sebab, keduanya dinilai Fahri merupakan sesama negarawan.

"Tanya dulu ke beliau, apa ini nya (maksudnya), itu bercanda tingkat dewa itu. Kita enggak bisa mengintepretasikan," kata Fahri.

5 dari 5 halaman

Bertentangan Dengan Khittah Muhammadiyah

Amien Rais. ©2013 Merdeka.com

Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Najih Prasetyo menilai pernyataan Amien Rais akan menjewer Ketum Muhammadiyah, Haedar Nasir bertentangan dengan semangat khittah yang sudah digagas dalam Muktamar Muhammadiyah tahun 1971 di Makassar. Khittah yang dimaksud adalah organisasi Islam tidak terikat dan menjaga jarak yang sama dengan semua partai politik.

Sikap tersebut, kemudian ditetapkan lagi pada Tanwir Muhammadiyah 2002 di Denpasar. Dalam forum itu ditegaskan bahwa Muhammadiyah berbeda dengan partai politik.

"Di dalam khittah Muhammadiyah, tidak ada anjuran harus melakukan penyeragaman pilihan politik dalam perhelatan Pilpres. Sebab, jika sampai fatwa dikeluarkan, dikhawatirkan Muhammadiyah akan terseret ke dalam pusaran politik praktis yang kontraproduktif bagi Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah," kata Najih.

 

[has]
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini