Kiai Ma'ruf tanya Jokowi: Kalau jadi Wapres harus ganti celana?

Senin, 3 September 2018 16:11 Reporter : Moch. Andriansyah
Kiai Ma'ruf tanya Jokowi: Kalau jadi Wapres harus ganti celana? maruf amin dan cak imin di Jatim. ©2018 Merdeka.com/moch andriansyah

Merdeka.com - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma'ruf Amin mengaku menerima pinangan Joko Widodo atau Jokowi sebagai bakal calon wakil presiden (Cawapres) gara-gara diizinkan tetap mempertahankan budaya memakai sarung, meski berada di istana.

Alumnus Ponpes Tebuireng, Jombang ini lalu menceritakan, awal kali dipinang menjadi Cawapres, kali pertama yang disinggung Jokowi adalah gaya busana sarung yang dikenakan Kiai Ma'ruf.

"Ketika diajak jadi calon wakil presiden, saya tanya: Apakah saya kalau jadi wakil presiden harus ganti celana?" tanya Kiai Ma'ruf dan langsung dijawab Jokowi.

"Oh tidak, pak kiai tetap seperti semula (bersarung)," kata Kiai Ma'ruf menirukan kalimat Jokowi waktu itu, Senin (3/9).

Kiai Ma'ruf yang hari ini tengah menggelar safari politiknya ke sejumlah pesantren di Jawa Timur ditemani Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), itu juga menyebut, Jokowi menjamin tradisi sarung dan akan menjadikan Kiai Ma'ruf sebagai wakil presiden pertama yang mengenakan sarung di lingkungan istana.

Makanya, lanjut Kiai Ma'ruf, "Saya terima ini (pinangan Jokowi), karena ini kehormatan sebagai kiai dan santri, terutama sebagai Rais Aam Nahdlatul Ulama," katanya.

Menurutnya, santri tidak boleh kaku. Tapi harus fleksibel dimanapun dia berada dan bekerja. Santri, katanya, bisa jadi kiai maupun pengusaha. "Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) bisa jadi presiden. Santri tidak perlu ada rasa minder," katanya.

Sebelumnya, Kiai Ma'ruf yang maju sebagai bakal Cawapres dari Jokowi di 2019, hari ini menggelar roadshow ke sejumlah pesantren di Jawa Timur. Ini sekaligus pamitan Kai Ma'ruf sebagai Rais Aam PBNU.

Ditemani Ketum DPP PKB, Muhaimin Iskandar dan salah satu pengurus PBNU, Robikin Emhas, kali pertama yang dikunjungi Kiai Ma’ruf adalah Pesantren Lirboyo, kemudian lanjut ke Ponpes Al Falah, Ploso.

Dari dua pesantren di Kediri itu, Kiai Ma’ruf dan rombongan menuju Jombang, sowan ke Ponpes Tebuireng, Tambak Beras dan Denanyar, serta ziarah ke makam para pendiri NU. Selanjutnya menggelar pertemuan dengan PWNU Jawa Timur di Surabaya.

Di hari kedua, Selasa (4/9) besok, alumnus Tebuireng itu menuju Ponpes Sunan Drajat, Lamongan dan dilanjut ke Serang, Rembang, Jawa Tengah untuk menemui KH Maimun Zubair. [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini