Ketum PPP nilai Ma'ruf Amin bisa redam kebencian dan isu SARA
Merdeka.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Rommahurmuziy mengatakan koalisi partai pendukung berdiskusi dengan Joko Widodo (Jokowi) untuk mencari calon wakil presiden yang bisa meredam kebencian. Saran ini disampaikan melihat terbelahnya masyarakat karena Pemilu 2014 dan Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu karena isu SARA.
"Kita berdiskusi bersama presiden mencari figur yang melambangkan religius di sisi lain meredam kebencian," kata Rommy sapaan Rommahurmuziy di Restoran Plataran Menteng, Jakarta, Kamis (9/8).
Rommy menilai pasangan Jokowi-Ma'ruf juga mencerminkan keberagaman karena figur nasionalis berpadu dengan religius.
"Jadi gini seperti yang sudah disampaikan negeri ini dibangun dari keberagaman. Makanya mulai dari Sukarno-Hatta selain merefleksikan pasangan nasionalis religius," ujarnya.
PPP sendiri sudah sejak lama mengusulkan nama Ma'ruf sebagai cawapres Prabowo. Usulan nama Ma'ruf disampaikan sejak 3 Desember 2017.
"Dari awal PPP usulkan Ma'ruf tanggal 3 Desember 2017 dan itu terus bergulir termasuk saya sampaikan satunya tokoh dari 10, maka setelah 10 Juli hanya satu nama yaitu Ma'ruf Amin," tandas dia.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memutuskan Ketua MUI KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden untuk mendampinginya di Pilpres 2019. Keputusan itu, diambil setelah konsultasi dengan berbagai pihak.
"Saya ingin menyampaikan sebuah keputusan sangat penting setelah perenungan dan mempertimbangkan dan saran-saran berbagai elemen masyarakat pada bagian awal tadi saya memutuskan dan telah mendapat persetujuan partai koalisi yaitu Indonesia Kerja bahwa yang mendampingi saya sebagai Cawapres 2019-2024 adalah Prof KH Mar'uf Amin," kata Jokowi usai rapat bersama ketum dan sekjen partai koalisi, Jakarta, Kamis (9/8).
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya