Ketua Golkar NTT bertekad antarkan Novanto akhiri karir politik dengan terhormat
Merdeka.com - Desakan segera digelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk mengganti Setya Novanto terus digulirkan oleh mayoritas pimpinan DPD I Partai Golkar. Ketua DPD I Partai Golkar NTT Melki Laka Lena bertekad mengantarkan Novanto mengakhiri karir politiknya di Golkar secara terhormat.
"Saya kira begini sebagai DPD I NTT tempatnya Pak Setya Novanto sebagai DPR RI dari NTT, tugas saya sebelum sampai ke Munaslub adalah mengantarkan Pak Novanto harus berada di akhir perjalanan politiknya ini secara terhormat," kata Melki dalam diskusi di Resto Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (2/12).
Dia mengaku tak masalah jika harus berseberangan dengan pimpinan DPD I lainnya yang berupaya melengserkan Novanto karena ditetapkan tersangka kasus korupsi e-KTP. Meski demikian, dia setuju apabila Novanto harus mundur dari jabatan Ketum Partai Golkar dan Ketua DPR RI.
"Saya pelawan arus besar di DPP partai Golkar ini bukan apa-apa, saya ingin mengantarkan Pak Nov agar dia mengakhiri politiknya dengan baik," tegasnya.
Meski terjerat korupsi, kata Melki, Novanto telah memberikan sumbangsih bagi partai berlambang pohon beringin dan bangsa Indonesia dengan menjadi Ketua DPR.
"Makanya saya coba di terakhir ini mendampingi Pak Nov dalam konteks itu agar dia mengakhiri karir politiknya di Partai Golkar sebagai Ketum dan ketua DPR RI paling tidak kehormatan yang diberikan bagi bangsa ini," ujarnya.
Terpisah, Ketua DPP Partai Golkar Happy Bone Zulkarnain membantah pengurus DPP meninggalkan dan menghujat Novanto karena dianggap mencoreng nama partai dengan kasus korupsi. Pengurus DPP menaruh rasa prihatin atas masalah yang menimpa Setnov.
"Di pleno enggak ada tuh yang menghujat Novanto, temen-temen bilang prihatin. Tapi kita enggak bisa berlama-lama karena berpengaruh ke institusi," ucapnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya