Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ketua DPC Demokrat Purwakarta Buka Suara Soal Ratusan Kader Mundur Massal

Ketua DPC Demokrat Purwakarta Buka Suara Soal Ratusan Kader Mundur Massal Tanggalkan Almamater, Ratusan Kader Partai Demokrat di Purwakarta Mengundurkan Diri. ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Purwakarta, Asep Chandra, membantah adanya ratusan kadernya mundur massal. Asep menyebutkan jika data yang diterimanya hanya 8 surat pengunduran diri dari pengurus baik DPC maupun DPAC.

"Berkaitan kader partai Demokrat, kami sampaikan saya baca berita di media itu ada yang menyatakan bahwa ada ratusan kader yang mengundurkan diri, tapi saya pastikan ke teman-teman media bahwa itu tidak benar itu hoaks, karena yang saya terima adalah cuma 8 surat pengunduran diri yang saya terima jadi tidak ada surat pernyataan pengunduran diri sampai ratusan," ujar Asep di Kantor DPC Partai Demokrat Purwakarta, Minggu (7/5).

Asep mengatakan, dari 8 surat pengunduran diri itu, salah satunya adalah dari Ketua DPAC Kecamatan Cibatu, Ade Winarto. Menurut dia, Ade datang ke kantor untuk memberikan surat dan membawa beberapa surat pengunduran diri yang dititipkan.

Tidak Ada Masalah

Ketika ditanya, para kader di kecamatan Cibatu yang di rekrut ketua DPAC sebelumnya, yang disebut-sebut ikut mundur dan jumlahnya bisa mencapai ratusan, Asep menjelaskan jika surat pengunduran hanya 8 surat dan kader yang disebutkan itu dipertanyakan secara administratif.

Asep juga menjelaskan jika dalam kepengurusan di Partai Demokrat, di DPAC itu terdapat 20 orang, 10 orang ranting yang harus dipersiapkan oleh DPAC dan ada kepengurusan di tingkat anak ranting yang minimal harus menyiapkan 5 orang, jumlah itu disesuaikan dengan jumlah Desa dan RW di setiap kecamatan.

"Saya sampaikan ada sebagian kepengurusan ranting (Cibatu) yang disampaikan ke DPC tapi ketika di laporkan ke DPD semua pending karena salah satunya tidak lengkap salah satunya syarat wajib adalah KTP. Jadi gimana misal mereka dikategorikan masuk ke pengurusan, karena KTP salah satu wajib yang harus ada, ketika mereka melampirkan KTP dipastikan mereka akan dibikinkan KTA organisasi," kata dia.

Di singgung alasan para kader mundur, Asep mengaku heran karena karena dia baru menjabat tujuh bulan terakhir ini sebagai ketua DPAC. Tidak ada pernyataan ketidaknyamanan atau harmonisan dari para kadernya.

"Justru saya bingung, tidak ada pernah kata terucap, tidak pernah tersampaikan ke saya pribadi terkait itu. Malah saya undang di kegiatan partai karena saya punya dokumen kalau misal nantinya merasa tidak pernah diundang atau diajak ada dokumen seperti absensi," ungkap Asep.

Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP