Kasus korupsi PLTU Riau-1 disebut dijadikan 'peluru' buat bubarkan Golkar

Sabtu, 29 September 2018 15:40 Reporter : Ahda Bayhaqi
Kasus korupsi PLTU Riau-1 disebut dijadikan 'peluru' buat bubarkan Golkar Golkar lepas caleg DPR RI di hari pertama kampanye. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Wakorbid Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo mengakui ada upaya menyerang citra Golkar melalui serangan 'udara' pemberitaan soal dugaan korupsi PLTU Riau-1, yang menyeret partai beringin itu. Serangan itu berupa ancaman pembubaran Golkar apabila menjadi tersangka korporasi.

"Saat ini kita diserang penghancuran image partai bahwa Golkar akan kena tersangka, Golkar akan terancam dibekukan, dan didiskualifikasi," kata politisi yang akrab disapa Bamsoet saat mengisi Workshop Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (29/9).

Dia menuding ada yang sengaja merancang opini demikian agar suara Golkar tergerus di 2019. Karena itu, dia berharap ada upaya melawan balik pemberitaan negatif terhadap Golkar itu.

"Ini adalah permainan opini di bawah, masyarakat ngapain juga pilih Golkar itulah yang sedang dibangun," imbuhnya.

Dia menegaskan, Golkar tidak dapat dijerat dengan kasus korupsi karena tidak tergolong korporasi. Kalau ada kader yang terlibat, Bamsoet mengatakan itu hanya oknum.

"Partai adalah benda mati tidak punya aset beda dengan korporasi. Kalau ada yang salah oknumnya bukan partainya," tegasnya.

Satu-satunya cara untuk membubarkan partai adalah dengan keputusan presiden (Keppres).

"Kalau presiden enggak mau bubarin partai enggak bisa juga," kata Ketua DPR itu.

Diberitakan, Partai Golkar diduga terseret kasus korupsi PLTU Riau-1. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi Golkar, Eni Maulani Saragih dan bekas Sekjen Golkar Idrus Marham telah ditetapkan sebagai tersangka.

Eni mengakui bahwa ada aliran dana yang masuk partai lewat Munaslub yang memenangkan Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum menggantikan Setya Novanto. Airlangga telah membantah pernyataan Eni. Dia pun membantah ada pertemuan dengan Eni yang juga dihadiri Melchias Markus Mekeng, Idrus Marham dan Johanes Kotjo membahas soal PLTU Riau-1. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini