Kampanye Akbar di Karawang, Prabowo Baca Puisi 'Karawang-Bekasi'
Merdeka.com - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto membacakan puisi legendaris milik seniman Khairil Anwar, berjudul Karawang-Bekasi. Hal itu dilakukan saat Prabowo kampanye akbar di lapangan Galuh Mas, Karawang, Jawa Barat.
"Dulu jalan antara Karawang Bekasi penuh korban jiwa. Ini karya Chairil Anwar berjudul Karawang-Bekasi," kata Prabowo sebelum membacakan sajak tersebut, tulis siaran pers diterima, Jumat (29/3).
Menurut Prabowo, puisi legendaris tersebut mengandung makna mendalam yang menggambarkan zaman revolusi kemerdekaan. Dimana, jalan antara Karawang dan Bekasi dipenuhi jasad para pejuang yang gugur demi merebut kemerdekaan, tanpa pamrih demi mewujudkan Indonesia adil makmur.
Prabowo berpesan agar masyarakat bisa terus menjaga semangatnya seperti rakyat Indonesia terdahulu. Hal ini demi mengawal perubahan di Indonesia yang lebih baik.
Berita lengkap Prabowo Subianto bisa diakses di Liputan6.com
"Saya yakin, rakyat Indonesia adalah pejuang pemberani. Dulu kita usir penjajah, sekarang kalau ada yang suka menjajah bangsa sendiri, kita lawan," kata Prabowo.
Puisi Karawang-Bekasi
Karawang - Bekasi
Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi, tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagiTapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami, terbayang kami maju dan mendengar hati
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepiJika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetakKami mati muda, Yang tinggal tulang diliputi debuKenang, kenanglah kami
Kami sudah coba apa yang kami bisaTapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakanTapi adalah kepunyaanmuKaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapanatau tidak untuk apa-apa,Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkataKaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kamiTeruskan, teruskan jiwa kamiMenjaga Bung Karnomenjaga Bung Hattamenjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayatBerikan kami artiBerjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kamiyang tinggal tulang-tulang diliputi debuBeribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi
Reporter: Muhammad Radityo
Sumber: Liputan6.com
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya