Jika Ingin Tetap Berkoalisi, Demokrat Diminta BPN Tertibkan Kader

Selasa, 11 Juni 2019 13:18 Reporter : Sania Mashabi
Jika Ingin Tetap Berkoalisi, Demokrat Diminta BPN Tertibkan Kader Andre Rosiade. ©2019 Merdeka.com/Hari Ariyanti

Merdeka.com - Partai Demokrat sering melontarkan pernyataan sensasional soal Koalisi Adil Makmur pendukung Prabowo-Sandi. Mulai ucapan dari batas waktu berada dalam koalisi hingga saran pembubaran koalisi Pilpres 2019.

Melihat sikap partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade meminta Demokrat tertibkan kader. Hal itu, kata dia, dilakukan jika Demokrat ingin tetap berkoalisi dengan pendukung Prabowo-Sandiaga.

"Harus ikut etika berkoalisi kalau ada saran masukan kritik sampaikan di forum internal dan kami minta Demokrat tolong tertibkan kadernya. Sudah cukup delapan bulan kami mendengar racau di Twitter mereka di media sosial," kata Andre pada merdeka.com, Selasa (11/6).

Andre berharap jika ada saran dan kritik bisa disampaikan ke forum internal. Serta tidak asal bicara di media sosial.

"Kader anda enggak pernah datang rapat tetapi sok tahu dan sok ngajarin melalui media sosial. Silakan masukan saran disampaikan di forum internal. kalau mau tetapi berkoalisi kalau enggak ya enggak ada masalah," ungkapnya.

Tambahnya, jangan sampai partai berlambang mercy itu tidak menertibkan kadernya. Sebab, dalam berpolitik diperlukan etika.

"Jangan sampai kami enggak bisa atur kadernya kalau engga bisa diatur kadernya ngapain kita berpartai. Ngapain AD ART dibikin untuk partai," ucapnya.

Sebelumnya, Wasekjen Partai Demokrat Rachlan Nashidik meminta capres nomor urut 02Prabowo Subianto untuk segera membubarkan Koalisi Indonesia Adil Makmur. Alasannya, kata dia, gugatan hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK) tak perlu melibatkan partai koalisi.

"Pak @prabowo, Pemilu udah usai. Gugatan ke MK adalah gugatan pasangan Capres. Tak terpilih sebagai anggota Partai. Saya usul, kamu segera bubarkan Koalisi dalam pertemuan yang dijadwalkan," kata Rachlan dalam akun Twitter resminya, Minggu (9/6).

Tak hanya koalisi Prabowo-Sandi, Rachlan menyarankan Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pendukungJokowi -Ma'ruf juga dapat segera membubarkan diri. Sebab, dia setuju mempertahankan koalisi sama saja seperti mempertahankan permusuhan di masyarakat.

"Anjuran yang sama, bubarkan Koalisi, juga saya sampaikan pada Pak @ jokowi . Mempertahankan koalisi berarti mempertahankan perkubuan di akar rumput," ucapnya.

"Meminta pertengkaran dan menentang potensi benturan dalam masyarakat. Para pemimpin harus mengutamakan keselamatan bangsa," sambungnya. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini