Jelang Pencoblosan, Masyarakat Diminta Jangan Takut Gunakan Hak Pilih

Selasa, 9 April 2019 19:52 Reporter : Nur Habibie
Jelang Pencoblosan, Masyarakat Diminta Jangan Takut Gunakan Hak Pilih Ilustrasi Pemilu. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemilu 2019 sudah tinggal menghitung hari. Namun, berita hoaks dan ujaran kebencian (hate speech) masih saja terjadi.

Pengamat Politik Senior LIPI Indria Samego mengatakan, pemilu harusnya menjadi pesta demokrasi untuk rakyat. Karenanya, dia meminta masyarakat berhati-hati menanggapi informasi di media sosial.

"Kemarin kita misalnya mendengar calon presiden menggebrak-gebrak meja, itu emosi sesaat. Cuma penafsiran publik bisa bermacam-macam. Apalagi dengan adanya media sosial yang memberikan kesempatan kita menilai," kata Indria, Jakarta, Selasa (9/4).

Indria juga menyinggung pernyataan Amien Rais yang mengatakan akan menggerakkan 'people power' jika ada kecurangan pada Pilpres. Dia juga menyindir pernyataan 'perang total' yang disampaikan Moeldoko.

"Saya melihat ini sangat mempengaruhi rasa aman masyarakat. Harapan kita dari Pemilu ke Pemilu demokrasi naik kelas," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Direktur Indonesian Public Institute, Karyono Wibowo. Menurutnya, Pemilu 2019 masih banyak menyisakan masalah. Karena, ada ribuan pelanggaran Pemilu yang dilaporkan ke Bawaslu.

Selain itu, dia menyebut hoaks masih terus meningkat. Hal itu dia sampaikan mengutip data dari Kominfo bahwa ada 771 konten hoaks dan dari 771 itu ada 181 konten hoaks yang terkait dengan hoaks politik.

"Data PoliticaWafe dan Masyarakat Anti Fitnah (MAFINDO). Kalau dilihat dari trennya, hoaks tidak akan berhenti sampai pada Pemilu 2019 ini. Apalagi saya melihat gejala hoaks sudah menjadi industri," tambahnya.

Lebih lanjut, Karyono juga menyoroti hasil Pemilu Amerika Serikat yang dimenangkan Donald Trump. Oleh banyak kalangan, kata Karyono, kemenangan Trump dari Hillary Clinton pada Pemilu Amerika karena mempratikkan propaganda ala Rusia yang berlanjut di Brazil.

"Kalau nanti di Indonesia dipraktikkan dan berhasil maka akan jadi rule model. Itu menjadi ancaman demokrasi dan peradaban," katanya. [dan]

Topik berita Terkait:
  1. Pemilu 2019
  2. Pilpres 2019
  3. LIPI
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini