Belakangan nama Immanuel Ebenezer tengah menjadi perbincangan. Wamenaker itu terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia terseret dugaan kasus pemerasan pengurusan sertifikasi pengurusan K3.
Jika ditarik ke belakang, nama Noel, sapaan Immanuel bukan orang baru di dunia politik. Karir politiknya ia awali dengan menjadi pendukung Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2014 dan 2019.
Relawan Joman alias Jokowi Mania ia nahkodai. Namun, pada 2023, ia beralih mendukung Prabowo Subianto, menciptakan dinamika baru dalam politik Indonesia.
Joman dibentuk pada 6 Juni 2014 untuk mendukung Jokowi dalam kampanye presiden. Immanuel Ebenezer aktif dalam mengawal kemenangan Jokowi dan Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019, menjadikannya sosok penting dalam tim relawan tersebut.
Perubahan dukungan politiknya menjadi sorotan ketika ia membubarkan kelompok Ganjar Pranowo Mania dan mendeklarasikan dukungan untuk Prabowo Subianto. Langkah ini menunjukkan fleksibilitas dan strategi politik yang dinamis dari Immanuel Ebenezer.
Advertisement
Immanuel Ebenezer menjabat sebagai Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (Joman) yang dibentuk untuk mendukung Jokowi pada Pilpres 2014 dan 2019. Ia dikenal sebagai pendukung militan Jokowi dan Ma'ruf Amin.
Selama masa kampanye, Joman berperan aktif dalam mengawal suara untuk pasangan tersebut. Immanuel bahkan diangkat sebagai Komisaris Utama PT Mega Eltra pada 2021, menunjukkan pengaruhnya dalam politik.
Advertisement
Pada Pilpres 2024, Immanuel awalnya mendukung Ganjar Pranowo melalui kelompok Ganjar Pranowo Mania (GP Mania). Namun, dukungan tersebut tidak bertahan lama.
Immanuel membubarkan GP Mania dan beralih mendukung Prabowo Subianto pada Februari 2023. Hal ini diikuti dengan deklarasi Prabowo Mania 08 pada 12 Maret 2023, menandai transformasi Joman menjadi kelompok baru.
Advertisement
Pengalihan dukungan Immanuel kepada Prabowo semakin kuat setelah Gibran Rakabuming Raka, putra Jokowi, dicalonkan sebagai wakil presiden. Immanuel juga menyatakan bahwa Prabowo telah memaafkan permasalahan yang terjadi pada Pilpres 2019.
Immanuel mengklaim bahwa sebagai aktivis 98, ia juga telah memaafkan Prabowo atas peristiwa masa lalu, menunjukkan sikap rekonsiliasi dalam politik.