Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jadi tukang becak disemprit KPI, Wiranto bandel nyamar asongan

Jadi tukang becak disemprit KPI, Wiranto bandel nyamar asongan Wiranto Hanura. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Calon Presiden dari Partai Hanura Wiranto kembali nongol di televisi dalam acara "Mewujudkan Mimpi Indonesia", edisi Jumat, 21 Februari 2014. Kali ini Wiranto menyamar menjadi pedagang asongan.

Padahal, dalam acara yang sama saat Wiranto menyamar jadi tukang becak 7 Februari lalu, tayangan yang disiarkan oleh RCTI itu disemprit oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Tayangan itu telah melanggar pedoman perilaku penyiaran dan hanya menguntungkan Partai Hanura.

Rupanya peringatan KPI itu tidak diindahkan. RCTI hari ini kembali menayangkan acara "Mewujudkan Mimpi Indonesia" dengan tamu Wiranto. Kali ini Wiranto menyamar menjadi pedagang asongan. Acara itu tayang pada pukul 15.15-16.30 WIB.

Dalam tayangan itu, Wiranto menjajakan barang dagangannya di sebuah pasar. Wiranto beralasan, ia ingin turun langsung mendengar keluhan masyarakat. "Agar saya bisa memahami apa yang mereka rasakan," kata Wiranto dalam tayangan tersebut.

"Kapur barus, kapur barus. Semir-semir. Obat tikus, obat tinggi, tutup panci," ujar Wiranto saat menjajakan dagangannya.

Dalam penyamarannya, Wiranto juga membagi-bagikan uang sebesar Rp 500 ribu. Seperti kepada seorang nenek penjual kerupuk rambak. Awalnya Wiranto membeli kerupuk rambak  2 ons, entah berapa harganya, tiba-tiba Wiranto malah memberikan uang Rp 500 ribu. Sang nenek penerima uang itu langsung terkejut.

Setelah dihampiri kru RCTI, sang nenek itu diberitahu jika pemberi uang itu adalah Wiranto.

Di akhir acara, penyamaran Wiranto akhirnya ketahuan. Banyak tukang becak mengetahui jika seorang pedagang asongan itu adalah Wiranto. Kemudian banyak warga di sekitar pasar meminta foto bersama dengan Wiranto. (mdk/has)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP