Isu Pilkada DKI bergeser dari soal macet, gusur menjadi kitab suci
Merdeka.com - Pengamat politik Hikmat Budiman menilai ada pergeseran isu politik pada Pilkada DKI 2017. Yang seharusnya membahas isu permasalahan ibu kota malah menjadi isu bernuansa suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).
"Ini sudah bergeser dari soal kemacetan dan penggusuran ke diskusi soal kitab suci," kata Hikmat pada diskusi Jakarta, Etalase Demokrasi Tanpa SARA di Ruang Seminar Besar lantai 11, Puslit Politik, Gedung Widyagraha LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (27/10).
Menurut Hikmat isu seputar kemacetan di Jakarta lebih utama daripada persaingan yang mengandung SARA. "Kalau kita lihat Jakarta, yang lebih menghantui hidup kita itu macet atau persaingan antar agama. Ingat, kita bangun pagi sudah disajikan macet," tandasnya.
Di tempat yang sama, peneliti LIPI Adriana Elizabeth meminta setiap masyarakat dan pendukung calon yang mengikuti Pilkada untuk melakukan demokrasi yang sehat.
"Dalam demokrasi ini kan ada partisipasi masyarakat. Bagi saya pribadi demokrasi itu perlu logika sehat. Kita perlu paham, bicara pertarungan politik itu tidak ada unsur 'membunuh' secara verbal atau opini publik," pinta Adriana. (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya