Ikuti debat publik, 4 paslon gubernur-wagub Sumsel pamer program

Rabu, 14 Maret 2018 21:45 Reporter : Irwanto
Ikuti debat publik, 4 paslon gubernur-wagub Sumsel pamer program Debat publik Pilgub Sumsel. ©2018 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Empat pasangan calon gubernur dan calon gubernur Sumsel mengikuti debat publik yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel dan disiarkan langsung di stasiun televisi, Rabu (14/3) malam. Debat publik itu dimanfaatkan paslon untuk mengadu program.

Pada debat perdana ini, lima panelis dihadirkan untuk mengajukan pertanyaan kepada setiap paslon. Di antaranya, Prof Dr Sirozi (Rektor UIN Raden Fatah Palembang), Prof Dr Sobri (Dekan Fakultas Sosial dan Politik Universitas Sriwijaya), Prof Dr Taufik Marwah (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya), Dr Febrian (Dekan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya), dan Yayat Supriatna (dosen Universitas Trisakti Jakarta).

Paslon nomor urut 1 Herman Deru-Mawardi Yahya menyoroti infrastruktur jalan di Sumsel yang rusak. Paslon ini menilai pembangunan hanya terpusat di Palembang sebagai ibukota provinsi.

"Kita sama-sama tahu infrastruktur di 17 kabupaten kota rusak, karena hanya terfokus di ibukota. Ini harus berubah, kami akan melakukan pemerataan pembangunan," ungkap Herman Deru.

Dia juga menyebut angka kemiskinan di Bumi Sriwijaya masih tinggi di angka 13,10 persen, begitu juga dengan indeks pembangunan manusia (IPM). "Ini yang akan kita perbaiki, sesuai visi kami, Sumsel maju untuk semua," ujarnya.

Paslon nomor urut 2, Saifuddin Aswari Rivai-Muhammad Irwansyah juga menyoroti infrastruktur yang tidak merata. Meski demikian, paslon ini menilai pembangunan di masa kepemimpinan Alex Noerdin sudah cukup baik.

"Kita ingin pembangunan secara merata, tapi kami apresiasi kepemimpinan yang sekarang," kata dia.

Jika terpilih, paslon Aswari-Irwansyah tidak muluk-muluk berjanji. Dia hanya ingin menjadi pemimpin yang memberikan rasa sejuk, aman, damai, dan berujung kesejahteraan masyarakat.

"Itu sesuai misi kami, Sumsel baru, bersatu, maju, dan berprestasi. Kami ingin berbuat terbaik, itu saja," terangnya.

Kondisi infrastruktur juga menjadi sorotan paslon nomor urut 3 Ishak Mekki-Yudha Pratomo Mahyudin. Mereka berjanji akan menuntaskan pembangunan secara merata dalam waktu dua tahun.

"Saya lihat sendiri kondisi jalan di Sumsel, banyak yang rusak. Jika terpilih, kami akan membuat jalan mulus dan mantap dalam waktu dua tahun saja," kata Ishak.

Paslon nomor 3 juga berjanji akan memberikan bantuan sebesar Rp 10 juta bagi 50 ribu UMKM tanpa jaminan dan bunga. "Kami juga akan membuat Sumsel smart, kita siapkan WiFi gratis di setiap desa," terang Ishak.

Sementara itu, paslon nomor urut 4 Dodi Reza Alex-Giri Ramanda Kiemas memiliki program melanjutkan program berobat dan sekolah gratis sampai kuliah yang dilakukan kepemimpinan Alex Noerdin. Sementara persoalan infrastruktur, paslon ini berjanji akan menyelesaikannya selama dua tahun. "Kita ingin menjadi Sumsel progresif, bermartabat, dan sejahtera. Kami ingin melanjutkan program yang ada," ujar Dodi.

Dalam bidang pertanian dan perkebunan, paslon Dodi-Giri akan melakukan peremajaan gratis kebun karet, sawit, dan kopi. Paslon ini juga menjaga nilai-nilai religius dengan gerakan Sumsel mengaji. "Kami akan tetap menjaga zero konflik yang terbangun selama ini, jangan sampai ada konflik sosial dan SARA," pungkasnya. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini