Ijtima Ulama III Dihadiri Prabowo, Minta KPU Diskualifikasi Capres 01

Rabu, 1 Mei 2019 19:24 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Ijtima Ulama III Dihadiri Prabowo, Minta KPU Diskualifikasi Capres 01 Ijtima Ulama III. ©2019 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Ijtima Ulama III akhirnya mengeluarkan lima rekomendasi untuk menyikapi dugaan kecurangan Pemilu 2019. Lima rekomendasi tersebut dibacakan oleh penanggung jawab acara, Yusuf Martak saat konferensi pers di Hotel Lor In, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/5).

Pertama, Ijtima Ulama menyimpulkan bahwa telah terjadi kecurangan bersifat terstruktur, sistematis dan masif dalam proses penyelenggaraan pemilu 2019.

Kedua, mendorong dan meminta kepada Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi untuk mengajukan keberatan melalui mekanisme legal, prosedural tentang terjadinya berbagai kecurangan dalam proses pemilihan presiden 2019.

Ketiga, mendesak Bawaslu dan KPU untuk memutuskan membatalkan, atau mendiskualifikasi paslon capres-cawapres 01.

Keempat, mengajak umat dan seluruh anak bangsa untuk mengawal dan mendampingi perjuangan penegakan hukum secara syari dan legal konstitusional dalam melawan kecurangan.

Kelima, bahwa memutuskan melawan kecurangan kejahatan serta ketidakadilan adalah bentuk amar ma'ruf nahi munkar, konstitusional dan sah secara hukum dengan menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia dan kedaulatan rakyat.

"Pengambilan keputusan disaksikan oleh pimpinan BPN dan calon presiden 02 Haji Prabowo Subianto," kata Ketua Obsteering Commite Ijtima Ulama III Slamet Ma'arif di kesempatan yang sama.

Prabowo menyambut rekomendasi tersebut. Saya kira cukup komprehensif dan tegas, terima kasih," kata Prabowo

TKN Siap Dampingi ke Bawaslu Jika Ada Bukti kecurangan

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi - Ma’ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengaku siap mengantarkan para peserta Ijtima Ulama 3 ke Badan Pengawas Pemilu apabila menemukan kecurangan di Pilpres 2019. Asalkan, laporannya dilengkapi dengan data-data yang valid.

"Saya yang antar, kalau perlu saya di depan. Tapi tolong sertakan dengan data jangan hanya framing atau asal omong. Itu enggak boleh karena ini menyangkut penyelenggara pemilu," kata dia di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (1/5/2019).

Pernyataan Karding menanggapi kegiatan Ijtima Ulama 3 dengan tema membahas kecurangan pemilu. Acara digelar di Sentul, Bogor, Rabu (1/5/2019).

Karding menyatakan, tidak keberatan dengan kegiatan tersebut. Silakan bahas kecurangan, tetapi sertakan data.

"Kita akan bantu advokasi sebagai bagian dari komitmen kita untuk membuktikan bahwa kalau ada kecurangan-kecurangan ya memang harus di proses itu," terang dia.

Kembali ke Ijtima Ulama 3, Karding berpesan forum ulama semacam itu dijadikan momen untuk menebarkan kesejukan dan persatuan Indonesia.

"Itu yang jauh lebih penting," ujar Ketua DPP PKB itu. [ian]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini