Ical Ungkap Alasan Bamsoet Mundur di Kantor Luhut

Rabu, 4 Desember 2019 17:54 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Ical Ungkap Alasan Bamsoet Mundur di Kantor Luhut Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartarto. ©2019 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) menceritakan, pertemuan Luhut Binsar Panjaitan, Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo (Bamsoet) di kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi. Dalam pertemuan itu, Bamsoet memutuskan mundur dari pencalonan Ketum Golkar.

Pertemuan partai politik di kantor negara itupun menjadi polemik. Kantor negara dinilai tak etis digunakan untuk kepentingan internal partai. Namun Aburizal Bakrie punya jawaban sendiri.

"Saya kemarin merasa sangat terharu, karena diajak ketua umum ke tempatnya Pak Luhut membicarakan masalah ekonomi, kenapa di tempatnya Pak Luhut? Ya Menko Maritim Menko ekonomi, kita berbicara masalah dan kita berbicara masalah ekonomi yang berat," kata Ical di Munas Golkar, Hotel Ritz-Carlton Kuningan, Jakarta, Selasa (4/12).

1 dari 3 halaman

Menurutnya, keadaan ekonomi bisa bertambah berat jika keadaan politik tidak tenang. Oleh karena itu, Golkar sebagai salah satu partai yang mempengaruhi politik Indonesia harus menjalankan Munas dengan damai.

"Melihat dan berpikir tentang hal itu, Pak Bambang Soesatyo langsung menyatakan 'kalau begitu saya tidak ikut lagi dalam pencalonan ketua umum partai Golkar'," terang Ical.

2 dari 3 halaman

Dengan itu, Bamsoet memilih mundur dari pencalonan ketum beringin. Sehingga Presiden Joko Widodo juga mengapresiasi saat berpidato di Munas Golkar kemarin.

"Keluar dari situ (ruangan pertemuan) beliau (Bamsoet) langsung bersama sama kami bertiga mengumumkan depan pers tentang hal itu sehingga kemarin presiden mengatakan baru masuk saja sudah sejuk," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Maruf Amin Tak Setuju

Pertemuan itu juga dikritik oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Dia tak setuju kantor negara dipakai untuk kepentingan partai.

Ya sebenarnya, kalau untuk kepentingan partai tentu ya tidak menggunakan kantor pemerintah," kata Ma'ruf di Kantornya Jalan Merdeka Utara, Rabu (4/12).

Ma'ruf menyerahkan kepada Presiden Joko Widodo. Apakah akan menegur Luhut terkait penggunakan kantor kementerian untuk urusan Golkar. "Ya nanti Presiden saja," ungkap Ma'ruf. [rnd]

Baca juga:
Airlangga: Tidak Ada Rekonsiliasi dengan Kubu Bamsoet
Kosgoro Dukung Airlangga Maju Jadi Capres di Pemilu 2024
Ketum Golkar ingin Pemilu dan Pilpres Dipisah
Wapres Ma'ruf: Kantor Pemerintah Tidak Boleh Dipakai untuk Kepentingan Partai
Sekjen Klaim Sejumlah DPD Golkar Dukung Airlangga Jadi Capres 2024

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini