Hasto sebut Sandi Buang Energi Fokus Kampanye di Jateng: Di Sana Tetap 'Banteng'

Senin, 25 Maret 2019 01:15 Reporter : Merdeka
Hasto sebut Sandi Buang Energi Fokus Kampanye di Jateng: Di Sana Tetap 'Banteng' Peluncuran Official Store Atribut PDIP. ©2019 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Calon wakil presiden Sandiaga Uno memulai kampanye akbar dengan mendatangi sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Namun, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan akan sulit baginya menembus barisan banteng. Karena itu, pihaknya tak merasa khawatir.

"Kalau kita lihat dalam rekam jejak sejarah Jawa Tengah, di sana tumbuh semangat biar Jateng tetap banteng, sehingga kekuatan inilah yang akan menjadi penopang bagi Pak Jokowi-Ma'ruf Amin. Terlebih bersama dengan Partai Golkar PKB PPP, yang merupakan kekuatan yang selama ini bersama-sama membangun Jawa tengah. Karena Itulah kami sama sekali tidak khawatir," ucap Hasto di Serang, Banten, Minggu (24/3/2019).

Dia menuturkan, dengan bergeraknya Tim Prabowo-Sandiaga ke wilayah Jateng, justru sangat menguntungkan pihaknya. Menurut Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf ini, tenaga paslon 02 akan terserap habis.

"Justru ketika Sandiaga itu memfokuskan di Jawa Tengah, artinya energi mereka akan terserap di Jawa Tengah. Bagaikan menginjak pasir yang menyedot seluruh energi mereka," ungkap Hasto.

Karenanya, masih kata dia, hal ini membuat peluang Jokowi-Ma'ruf terbuka lebar untuk menduduki basis-basis dari Prabowo-Sandiaga.

"Jadi kami Justru pada kesempatan yang sama masuk ke Banten kemudian Jawa Barat dan DKI," jelas Hasto.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya akan kemudian bergerak Sumatera, untuk berfokus mendulang suara di wilayah tersebut. Salah satunya dengan mengandalkan apa yang sudah dilakukan Jokowi selama ini.

"Kami juga fokus di daerah Sumatera, karena apapun Pak Jokowi mampu mengintegrasikan Sumatera dalam konsepsi indonesiasentris. Semua berkembang dan diperhatikan dengan sangat baik tanpa membeda-bedakan," kata Hasto.

Dia mengungkapkan, bahwa wilayah-wilayah tersebut adalah prioritas. Pasalnya, banyaknya suara di wilayah tersebut, baik di DKI, Banten, ataupun Sumatera.

"Ini skala prioritas. Karena ini padat penduduknya maka Pak Jokowi ketika memimpin Indonesia raya ini memulai dari pinggiran. Dengan demikian, sekarang saatnya Pak Jokowi juga berkonsentrasi di daerah padat-padat penduduk," pungkasnya. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini