Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hasto puji komitmen ulama dan warga Surabaya jaga NKRI

Hasto puji komitmen ulama dan warga Surabaya jaga NKRI Hasto Kristianto. ©2016 merdeka.com/tommy lasut

Merdeka.com - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menghadiri Peringatan Haul ke-4 Ayahanda Moch Mochtar, H Moch Jupri, dan 2 tahun meninggalnya Ibunda, Hj Mukiyah. Semasa hidupnya, Moch Jupri yang merupakan tokoh Surabaya banyak dikenang karena kebaikannya.

Sama seperti ayahandanya, Moch Mochtar yang memimpin Gerakan Rakyat Surabaya (GRS) juga diakui ketokohannya di Surabaya. Itu bisa dilihat dari masyarakat yang hadir dalam acara haul, yang mencapai 1.000 orang di kawasan Bulak Banteng Kidul, Surabaya Utara, Jawa Timur, Minggu (29/1).

Selain Hasto, hadir dalam acara tersebut anggota Fraksi PDI Perjuangan Arteria Dahlan, Ketua DPD PDIP Jawa Timur Kusnadi dan sejumlah ulama Jawa Timur dan Madura di antaranya Kiai Zainal Arifin dan Kiai Sofyan, dan KH A'ad Ainurussalam. Hasto mengaku bangga dengan masyarakat Surabaya, khususnya para tokoh masyarakat dan ulama yang begitu gigih dalam menjaga NKRI.

"Sila ketiga Pancasila berbunyi Persatuan Indonesia. Itu artinya Indonesia untuk semuanya, bukan untuk suku tertentu, bukan untuk agama tertentu. Semangat itu yang ditunjukkan Pak Mochtar, oleh para ulama di sini sehingga dengan penuh tekad dengan tegas menyatakan NKRI adalah harga mati," kata Hasto.

Hasto mengungkapkan, semangat persatuan sudah dicontohkan para pendiri bangsa di mana Bung Karno dan para tokoh Islam saat itu bahu membahu merumuskan Pancasila dan UUD 1945 berangkat dari kesadaran bahwa bangsa ini penuh dengan keragaman suku dan agama.

Namun kini ada segelintir gerakan yang mencoba mengusik keberagaman dan berupaya membenturkan kelompok nasionalis dan kelompok Islam. Padahal, sejak masa perjuangan dan meraih kemerdekaan, para tokoh bangsa baik dari kalangan nasionalis dan kelompok Islam yang dikedepankan adalah persatuan.

Meski Pancasila sedang diuji, namun dengan semangat serta komitmen ulama serta tokoh masyarakat Surabaya menjaga NKRI, Hasto meyakini upaya membenturkan anak bangsa tidak akan berhasil. Tidak lupa, Hasto juga menyampakan terimakasih karena doa dan dukungan dari tokoh masyarakat terhadap perjuangan menjaga bangsa Indonesia yang penuh kebhinekaan dan keragaman.

"Persahabatan di sini sangat menyenangkan, saya selalu didoakan untuk kuat dan berani dalam menjalankan tugas, berjuang demi kebenaran," tukasnya.

Dalam kesempatan itu, Hasto juga menyampaikan bagaimana Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan terus berdiri menjaga keutuhan NKRI dan berada di garda terdepan mengawal pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.

"Presiden Jokowi selalu blusukan, sakit kepala beliau kalau tidak ketemu rakyat, sakit kepala kalau tidak berupaya mempercepat pembangunan. Dan dalam upaya itu, Ibu Mega selalu mengatakan, selalu berdiri kokoh menjaga pemerintahan Presiden Jokowi," tegasnya.

Dalam sambutannya, Moch Mochtar banyak menyoroti soal pentingnya persatuan bangsa, menjaga dan memelihara apa yang sudah digagas oleh para pendiri bangsa. Dia mengingatkan para ulama dan kyai jangan mau diadu domba oleh kelompok yang ingin memecah belah bangsa Indonesia.

"Saya yakin kalau negara masih berazaskan Pancasila, semuanya bisa diatasi di bangsa ini," katanya.

Mochtar mengatakan, sila keempat Pancasila berbunyi 'Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan'. Artinya harus mengutamakan musyawarah, menghormati pemimpin dan jangan mencela pemimpin. Kemudian sila kelima Pancasila yang berbunyi 'Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia' berarti sesama manusia harus mendapatkan keadilan.

"Negara ini sudah merdeka, jangan dikoyak oleh siapapun. Jangan pernah, alim ulama diadudomba, dengan siapapun. Jangan dibikin ruwet negara ini. Siapapun yang meneror negara ini, yang mengganggu NKRI, kita jadikan musuh bersama," tegasnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP