Golkar soal Prabowo Reshuffle Menteri Tercepat Sepanjang Sejarah: Presiden Ingin Orang-Orang Terbaik

Prabowo sebelumnya mencopot Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Golkar soal Prabowo Reshuffle Menteri Tercepat Sepanjang Sejarah: Presiden Ingin Orang-Orang Terbaik
Golkar soal Prabowo Reshuffle Menteri Tercepat Sepanjang Sejarah: Presiden Ingin Orang-Orang Terbaik (Merdeka.com)

Partai Golkar merespons keputusan Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet perdana terhadap menteri dan kepala badan Kabinet Merah Putih. Prabowo sebelumnya mencopot Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurul Arifin mengatakan, reshuffle dilakukan karena Prabowo ingin orang terbaik dalam Kabinet Merah-Putih. Golkar menghormati dan menghargai reshuffle terhadap pembantu presiden tersebut. Apalagi perombakan kabinet merupakan hak prerogatif seorang presiden.

"Jadi presiden pasti menginginkan orkestra yang terbaik, orang-orang yang terbaik yang duduk di dalam kabinetnya sebagai pembantu presiden. Saya kira posisi Golkar adalah menghargai proses tersebut," kata Nurul Arifin kepada wartawan di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2).

Nurul menegaskan kader Golkar yang mengisi kabinet pemerintahan Prabowo merupakan orang-orang terbaik dan tidak saling menjatuhkan.

"Jadi jangan melakukan Devide et Impera juga. Kita kompak untuk Golkar gitu ya, untuk pemerintahan," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro. Dalam reshuffle kabinet perdana ini, posisi tersebut digantikan oleh Guru Besar ITB Brian Yuliarto.

"Mengangkat Profesor Brian Yuliarto sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Kabinet Merah Putih dalam sisa masa jabatan periode 2024-2029," kata pembaca Surat Keputusan di Istana Negara, Rabu (19/2).

Berdasarkan data website Fakultas Teknologi Industri Institute Teknologi Bandung (ITB), Profesor Brian Yuliarto S.T., M.Eng., PH.D merupakan lulusan S1 ITB pada 1999. Pendidikannya berlanjut untuk meraih S2 dan S3 di University of Tokyo, Jepang pada 2002 dan 2005.

Perombakan kabinet ini bisa menjadi reshuffle tercepat dalam sejarah pemerintahan di Indonesia. Prabowo mengganti Menteri hanya dalam 122 hari kerja.

"Ini bisa jadi reshuffle menteri yang tercepat," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan dihubungi merdeka.com, Kamis (20/2).

Bahkan, reshuffle kabinet ini lebih cepat dibandingkan perombakan perdana kabinet yang dilakukan di era Presiden Jokowi. Sebagai perbandingan, Jokowi merombak kabinetnya untuk pertama kali setelah menjabat selama 296 hari. Tepatnya pada 12 Agustus 2015.

Pada saat itu, Jokowi merombak 7 Menteri sekaligus. Mereka adalah Luhut Binsar Pandjaitan diangkat sebagai Menko Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam), menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno; Thomas Lembong diangkat sebagai Menteri Perdagangan, menggantikan Rachmat Gobel.

Darmin Nasution yang diangkat sebagai Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, menggantikan Sofyan Djalil. Kemudian, Sofyan Djalil diangkat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, menggantikan Andrinof Chaniago.

Berikutnya, Rizal Ramli diangkat sebagai Menko Bidang Kemaritiman, menggantikan Indroyono Susilo. Pramono Anung diangkat sebagai Sekretaris Kabinet, menggantikan Andi Widjajanto; serta Teten Masduki diangkat sebagai Kepala Staf Kepresidenan, menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan.

Rekomendasi