Golkar dukung Jokowi jadi calon tunggal di Pilpres 2019

Jumat, 2 Maret 2018 16:36 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Golkar dukung Jokowi jadi calon tunggal di Pilpres 2019 Jokowi usai solat Jumat. ©2018 Merdeka.com/Titin Supriatin

Merdeka.com - Gerindra menduga ada upaya untuk membuat Joko Widodo sebagai calon tunggal di Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Wakorbid Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo menilai, tidak akan ada poros baru selain pendukung Joko Widodo.

"Kalau saya masih meyakini tidak ada poros baru, hanya ada poros Jokowi saja," kata Bambang di Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (2/3).

Pria yang akrab disapa Bamsoet ini membantah calon tunggal di Pilpres akan merusak iklim demokrasi di Indonesia. Menurutnya, dengan adanya calon tunggal justru mencegah konflik antara masyarakat sehingga Pilpres berjalan lancar.

Efek positifnya, pemerintahan baru dapat langsung bekerja menjalankan program-programnya.

"Kalau demokrasi pilpres tuh mulus tanpa ada luka-luka pilpres, maka kesinambungan pembangunan dan program-program bisa berjalan langsung start tancap gas," ujarnya.

Ketua DPR ini mencontohkan, efek pertarungan antara Jokowi dan Prabowo Subianto di Pilpres 2014 lalu menimbulkan masyarakat terbelah. Bahkan, dualisme juga terjadi Parlemen antara Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

"Tapi kalau seperti kemarin dua tahun baru start karena adanya kubu-kubuan baik di parlemen maupun di luar parlemen. Jadi demokrasi adalah sarana mensejahterkan masyarakat. Jangan dibalik balik," tandasnya.

Disinggung soal pertemuan antara Ketua Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) pemenangan Pilkada dan Pemilu 2019 Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono dan Ketua Umum Golkar, Bamsoet membantah partainya mengajak Demokrat bergabung mendukung Jokowi.

Dia berujar, pihak yang berwenang mengajak partai-partai berkoalisi adalah Jokowi. Golkar hanya sebatas memberikan dukungan kepada Jokowi agar mendapat tiket untuk bertarung di Pilpres 2019.

"Ya itu kewenangan daripada pak Jokowi mengajak untuk berkoalisi. Golkar mendukung Jokowi menjadi presiden di 2019. Yang berhak mengajak koalisi ada presiden," tandasnya.

Diketahui, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mencium adanya upaya untuk membuat calon tunggal di Pilpres 2019 mendatang.

"Saya kira ada upaya calon tunggal itu untuk melindungi menciptakan suatu oligarki ya," kata Fadli.

Menurutnya upaya itu suatu kemunduran Demokrasi Indonesia."Satu kemunduran dalam demokrasi kita membahayakan demokrasi kita kalau kemudian mau menciptakan suatu oligarki tersendiri," ungkapnya. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini