Gibran Tiba di Afrika Selatan untuk KTT G20, Disambut Tari Pantsula Penuh Semangat

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah tiba di Afrika Selatan untuk menghadiri KTT G20, disambut meriah dengan tarian lokal Pantsula, menegaskan peran Indonesia di forum global.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gibran Tiba di Afrika Selatan untuk KTT G20, Disambut Tari Pantsula Penuh Semangat
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah tiba di Afrika Selatan untuk menghadiri KTT G20, disambut meriah dengan tarian lokal Pantsula, menegaskan peran Indonesia di forum global. (AntaraNews)

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka telah tiba di Johannesburg, Afrika Selatan, pada Jumat sore waktu setempat, 21 November. Kedatangannya adalah untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung selama dua hari. Gibran disambut dengan hangat, termasuk penampilan tarian lokal Pantsula yang energik.

Setelah menempuh penerbangan panjang sekitar 10 jam 50 menit, Wapres Gibran dan rombongan terbatas mendarat di Bandar Udara Internasional O.R. Tambo. Kedatangan ini menandai dimulainya agenda penting Indonesia dalam forum ekonomi global tersebut. Kehadiran Gibran di KTT G20 Afrika Selatan ini sangat dinantikan.

Gibran hadir di KTT G20 untuk melaksanakan penugasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang berhalangan hadir. Ini menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam berkontribusi pada pemulihan ekonomi global dan kerja sama internasional. Peran Indonesia dalam KTT G20 Afrika Selatan menjadi krusial.

Setibanya di Bandar Udara Internasional O.R. Tambo, Wapres Gibran disambut oleh sejumlah pejabat penting. Di antaranya adalah Menteri Listrik dan Energi Afrika Selatan, Kgosientsho Ramokgopa, serta Duta Besar LBBP RI untuk Afrika Selatan, Saud Purwanto Krisnawan. Atase Pertahanan RI di Pretoria Kolonel (Mar) Guntur Almasyih juga turut hadir dalam penyambutan ini.

Momen istimewa terjadi saat Gibran menyaksikan tarian Pantsula, sebuah tarian lokal yang dibawakan oleh tiga pemuda. Mereka mengenakan busana kemeja kotak-kotak merah dan bertopi kuning, menampilkan semangat budaya Afrika Selatan. Penyambutan ini menunjukkan keramahan tuan rumah terhadap delegasi Indonesia.

Setelah rangkaian penyambutan resmi dan pertunjukan budaya tersebut, Wapres Gibran beserta rombongan melanjutkan perjalanan. Mereka menuju Saxon Hotel Johannesburg untuk memulai berbagai agenda kunjungan kerja yang telah dijadwalkan. KTT G20 Afrika Selatan akan menjadi fokus utama.

Kehadiran Gibran di KTT G20 ini menegaskan komitmen pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Indonesia bertekad untuk terus berperan aktif dalam pemulihan ekonomi global serta penguatan kerja sama internasional. Gibran akan menyampaikan pidato penting mewakili Presiden Prabowo.

Dalam pidatonya, Gibran akan menegaskan posisi Indonesia terkait berbagai isu global prioritas yang dibahas dalam forum tersebut. Selain itu, Wapres juga dijadwalkan melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan para pemimpin negara sahabat. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan dan kerja sama antarnegara, sesuai pesan Presiden Prabowo.

KTT G20 Afrika Selatan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yaitu pada 22–23 November 2025. Acara ini akan diselenggarakan di Johannesburg Expo Centre. Forum ini menjadi platform penting bagi Indonesia untuk menyuarakan kepentingan nasional dan global.

KTT G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, akan berfokus pada tiga sesi utama yang membahas berbagai tantangan global. Sesi pertama akan mengupas isu ekonomi berkelanjutan, peran perdagangan dan keuangan dalam pembangunan, serta masalah utang di negara-negara berkembang. Ini adalah agenda penting bagi negara-negara anggota G20.

Sesi kedua akan berpusat pada pembangunan dunia yang tangguh atau "resilient world". Topik yang akan dibahas meliputi isu kebencanaan, perubahan iklim, serta transisi energi berkeadilan (just energy transition). Selain itu, sistem pangan global juga akan menjadi perhatian utama dalam sesi ini.

Sementara itu, sesi ketiga akan membahas isu pekerjaan layak (decent work) dan tata kelola kecerdasan buatan (artificial intelligence). Sesi ini juga akan menyoroti mineral kritis, yang merupakan usulan dan fokus kepentingan Indonesia pada pertemuan kali ini. Peran Gibran dalam menyampaikan isu mineral kritis sangat penting.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi