Gibran Belum Dianggap Kader PDIP Meski Punya Kartu Anggota

Rabu, 25 September 2019 22:31 Reporter : Arie Sunaryo
Gibran Belum Dianggap Kader PDIP Meski Punya Kartu Anggota gibran di kantor DPC PDIP Solo. ©2019 Merdeka.com/arie sunaryo

Merdeka.com - Gibran Rakabuming Raka telah resmi menjadi anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Solo. Putra sulung Presiden Joko Widodo itu mendaftar melalui PAC PDIP Banjarsari.

Secara simbolis Ketua PAC PDIP Banjarsari, Joko Santoso menyerahkan KTA (kartu tanda anggota) sementara kepada Gibran, Senin (23/9) lalu. Meski sudah mengantongi KTA, Gibran belum dianggap sebagai kader partai berlogo banteng moncong putih.

Ketua Tim Penjaringan DPC PDIP Solo, Putut menuturkan, meski sudah resmi menjadi anggota PDIP, namun Gibran belum tentu menjadi kader.

"Kalau kader itu pernah berkiprah bagi partai dan kinerjanya mendapatkan apresiasi dari masyarakat," ujar Putut, Rabu (25/9).

Dalam pandangannya, seorang kader juga harus mempunyai dedikasi kepahlawanan untuk berjuang bagi partai. Lalu, menjalankan ideologi partai dalam kehidupan sehari-hari.

"Kalau kader itu setidaknya pernah jadi pengurus. Mulai dari anak ranting, PAC, dan DPC."

Dia juga menyindir munculnya spanduk berwajah Gibran di sudut-sudut Kota Solo. Spanduk itu diduga berkaitan dengan pemilihan kepala daerah Kota Solo.

"Di partai PDIP tidak ada ajaran pasang spanduk di jalan," tandasnya.

Peluang Gibran di Pilkada Solo

Soal pencalonan wali kota dan wakil wali kota Solo pada Pilkada 2020, Putut menegaskan peluang Gibran mendaftar melalui partainya sudah tertutup. Saat ini berkas bakal calon yang ditunjuk, Achmad Purnomo-Teguh Prakosa sudah dikirim ke DPP oleh Ketua DPC PDIP, FX Hadi Rudyatmo.

"Berkas Purnomo-Teguh sudah diantar sendiri oleh pak Rudy. Kita tinggal menunggu instruksi selanjutnya dari DPP," jelasnya.

Pada Pilkada 2020, DPC PDIP Solo diberikan hak otonom melakukan seleksi pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota. Sebab, perolehan hasil pemilu 2019 PDIP mendapatkan 62 persen. DPC PDIP dalam melakukan seleksi cawawali dan cawawali sudah selesai.

Sementara itu, Ketua DPP PDIP Djarot Saeful Hidayat mengatakan, nama Gibran masih diproses dan dievaluasi.

"Tentunya kita semua di partai juga akan mengevaluasi seseorang itu untuk menjadi kepala daerah. Kan tidak bisa tiba-tiba. Tentu ada prosesnya," kata Djarot di Jakarta, Rabu (25/9).

DPP akan melihat pengalaman Gibran. Baik di partai maupun di masyarakat. Termasuk pemahaman mengenai tugas-tugas eksekutif dan legislatif.

Djarot menegaskan, partainya tidak hanya ingin sekadar menang. Calon yang diusung PDIP harus mengerti tugas dan kewajibannya sebagai calon kepala daerah. Maka proses evaluasi terhadap calon kepala daerah cukup panjang.

"Sehingga setelah menang ya dia betul-betul bisa bekerja dengan baik, betul bisa menyelesaikan tugas-tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, bisa mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila, bisa mewujudkan visi misi," ucapnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini